Usulan KH Abbas Abdul Jamil Buntet Jadi Pahlawan Nasional Dapat Dukungan Menteri Agama
SekarangAja, JAKARTA– Pengusulan tokoh ulama yang juga pejuang kemerdekaan asal Buntet KH Abbas Abdul Jamil menjadi Pahlawan Nasional mendapat dukungan Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar.
Dukungan itu disampaikan Menag Nasaruddin Umar saat menerima silaturahmi dan audiensi perwakilan Pesantren Buntet Cirebon di kantor pusat Kementerian Agama, Jakarta.
Dalam pertemuan tersebut membahas pengusulan KH Abbas Abdul Jamil, sebagai Pahlawan Nasional. Perwakilan Pesantren Buntet, Moh. Mustahdi berharap KH Abbas Abdul Jamil dapat ditetapkan menjadi pahlawan nasional mengingat telah turut berjasa dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dan membangun pendidikan Islam.
Cucu tertua dari KH Abbas Abdul Jamil ini juga berharap agar gelar pahlawan nasional dapat diberikan kepada tokoh ulama dari kalangan pesantren.
“Utamanya sih dari pesantrennya sih, Kiai. Dari sekian banyak pahlawan kan pesantren itu hampir tak pernah dikedepankan akarnya. Padahal Diponegoro juga dari pesantren. Hampir semua pahlawan dari pesantren, tapi kayaknya tak tergali gitu mengenai asal-usul dari pesantren,” ungkap Moh. Mustahdi yang hadir didampingi Anggota Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) Kabupaten Cirebon.
Kepada Menag Nasaruddin Umar, Mustahdi yang hadir mewakili keluarga besar Pesantren Buntet berharap pengusulan ini dapat terus dikawal hingga penetapan resmi oleh pemerintah.
Ia menjelaskan, pihaknya telah mengumpulkan sumber primer, termasuk dokumen arsip sejarah dari Belanda dan catatan surat kabar sezaman di Leiden, untuk membuktikan peran serta kepemimpinan Kiai Abbas secara objektif dan ilmiah.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menyambut baik pengusulan tokoh ulama dari pondok pesantren sebagai pahlawan nasional. “Iya, kan saya termasuk Tim 7 ya, untuk pahlawan nasional. Saya memang mengusulkan bahwa jangan hanya jenderal yang diusulkan pahlawan nasional, tapi kiai juga, dengan ketajaman penanya dan sebagainya. Apalagi Kiai Abbas,” tutur Menag.
Menag Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa berkas pengusulan KH Abbas Abdul Jamil telah masuk dalam daftar nominasi setelah disidangkan oleh tim penilai pahlawan nasional. Saat ini, proses pengusulan tersebut menunggu keputusan final di tingkat Presiden.
Menag Nasaruddin Umar menegaskan pentingnya mengakui kontribusi besar elemen pesantren dalam sejarah pergerakan bangsa.
Menurut dia, perjuangan kemerdekaan Indonesia tidak hanya diusung oleh kelompok tentara atau militer, tetapi juga oleh jaringan kiai dan santri yang mengangkat senjata membela Tanah Air.
KH Abbas dikenal memiliki peran strategis dan kepemimpinan yang luar biasa, khususnya dalam menggerakkan perlawanan pada pertempuran 10 November di Surabaya.
Selain agenda pengusulan Pahlawan Nasional, audiensi ini juga mendiskusikan pengembangan sarana pendidikan di Pesantren Buntet Cirebon. Pihak pengurus memaparkan proses transformasi perguruan tinggi dari Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) menuju Institut Buntet Pesantren, serta permohonan akselerasi izin program studi baru seperti Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Bahasa Inggris.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menyambut baik perkembangan tersebut dan berkomitmen membantu memproses perizinan prodi selama berkas administrasi telah terpenuhi. Di akhir pertemuan, Menag Nasaruddin Umar turut menyampaikan rencananya untuk melakukan kunjungan kerja dan silaturahmi balasan ke Pondok Pesantren Buntet Cirebon pada akhir bulan. (red)
- Biodata KH Abbas Abdul Jamil Buntet
- Jejak perjuangan KH Abbas Abdul Jamil Buntet
- Kementerian Agama
- KH Abbas Abdul Jamil Buntet
- Menag Nasaruddin Umar
- Menteri Agama Dukung KH Abbas Abdul Jamil Buntet Jadi Pahlawan Nasional
- Moh. Mustahdi cucu tertua KH Abbas Abdul Jamil Buntet
- Perjuangan KH Abbas Abdul Jamil Buntet
- Tata cara usul gelar pahlawan nasional
- Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah Kabupaten Cirebon
- TP2GD Kabupaten Cirebon
- Usulan KH Abbas Abdul Jamil Buntet Jadi Pahlawan Nasional
- Usulan KH Abbas Abdul Jamil Buntet Jadi Pahlawan Nasional Dapat Dukungan Menteri Agama















