U

Komisi C DPRD Kota Malang Dorong Revitalisasi Angkot Lewat Program Angkutan  Pelajar

SekarangAja, MALANGProgram Angkot Pelajar yang digagas Pemerintah Kota Malang bersama DPRD Kota Malang segera digulirkan dalam waktu dekat. Program ini tidak sekadar menjadi solusi transportasi bagi para pelajar, melainkan momentum awal untuk melakukan reformasi dan revitalisasi total sekaligus kebangkitan angkutan umum lokal di Kota Malang.

Ketua Komisi C DPRD Kota Malang, Muhammad Anas Muttaqin menegaskan, program ini telah direncanakan sejak tahun lalu sebagai bentuk adaptasi atas kehadiran Bus TransJatim di wilayah Malang Raya. Semangat utama dari program ini adalah pemberdayaan kembali angkutan kota (angkot) yang kian meredup.

“Ini menjadi momentum awal untuk merevitalisasi dan mereformasi tata kelola angkutan publik lokal kita. Dimulai dari angkutan subsidi untuk anak sekolah,” ujar wakil rakyat dari Dapil Sukun ini.

Anas menjelaskan, salah satu tantangan besar yang nanti juga harus segera diselesaikan adalah penataan ulang rute atau rerouting jalur angkot. Menurutnya, jalur angkot yang ada saat ini sudah berusia puluhan tahun dan tidak lagi relevan dengan perkembangan wilayah baru di Kota Malang.

“Kita harus kaji ulang rute angkot. Jalur yang sudah berpuluh-puluh tahun itu perlu penyesuaian karena di Kota Malang ada perkembangan wilayah baru. Nah rerouting ini penting agar angkot kembali hidup dan menyasar tempat-tempat yang memang ada konsumen atau penumpangnya,” tambahnya.

Selain rute, politisi PKB tersebut juga menyoroti pentingnya perbaikan standar operasional prosedur (SOP) pelayanan bagi para pengemudi. Seperti pemanfaatan teknologi hingga revitalisasi armada angkot yang kondisinya rata-rata sudah tidak menarik minat masyarakat. Target jangka panjangnya adalah mengubah preferensi masyarakat agar bersedia beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan publik.

Terkait pelaksanaan awal, Anas mengakui bahwa program ini baru akan menyerap sekitar 80 armada angkot terlebih dahulu karena keterbatasan anggaran. Kendati dilakukan secara bertahap, ia memastikan proses evaluasi akan terus berjalan demi menyempurnakan kekurangan yang ada di lapangan.

Guna mengantisipasi potensi konflik kecemburuan antar-sopir angkot yang belum terakomodasi dalam program ini, Komisi C menyarankan dinas terkait untuk menyerahkan teknis pengaturan sepenuhnya kepada Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Malang.

“Jadi tidak mencomot, tidak mengambil (sopir) perorangan secara acak, melainkan bekerja sama dengan Organda. Mereka yang akan mengatur di lapangan. Tapi tetap ada pembicaraan dua belah pihak untuk mencari skema terbaik,” pungkas Anas.

Sebelumnya Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang Widjaja Saleh Putra di Kota Malang mengatakan realisasi program ini tinggal menunggu proses finalisasi pembahasan.

Secara garis besar,  teknis pelaksanaan program angkutan pelajar gratis akan ditindaklanjuti oleh Pemkot Malang dengan menerbitkan Peraturan Wali Kota (Perwali) Malang sebagai dasar kebijakan.

Jumlah angkot yang digunakan untuk mendukung program itu, dikatakannya masih dalam tahap awal. Sehingga terbuka peluang untuk meningkatkan jumlah armada yang beroperasi. Selain itu melihat pada animo pemanfaatan dan tingkat kebutuhan dari seluruh pelajar di Kota Malang.

’’Program ini sengaja digagas untuk memberikan jaminan keamanan dan kemudahan bagi para pelajar dalam mendapatkan akses angkutan umum, mengingat jenis transportasi publik yang dipakai memiliki fleksibilitas akses sampai ke kawasan pemukiman penduduk dan lokasi sekolah,’’ kata Jaya, sapaan akrab Widjaja Saleh Putra.

Ia menambahkan mekanisme pengoperasionalan armada angkot sebagai angkutan pelajar gratis akan dikerjasamakan langsung dengan koperasi yang berbadan resmi, bukan melalui setiap individu sopir angkutan kota.

Koperasi angkot di Kota Malang menurut Jaya sudah terbentuk sejak lama. Sehingga tinggal dioptimalkan dalam pelaksanaan program tersebut.

‘’Untuk jam operasional, sebagai langkah mengantisipasi keterlambatan pelajar maka seluruh pergerakan armada telah disesuaikan dengan jam keberangkatan dan kepulangan di setiap sekolah,’’ pungkasnya. (inforial/red)

Sekarang