U

Puncak Perayaan Waisak Tahun Ini Dipusatkan di Candi Borobudur

SekarangAja, MAGELANG- Puncak perayaan Waisak akan dipusatkan di Candi Borobudur pada 31 Mei 2026. Puluhan ribu umat Buddha diperkirakan hadir dalam momen sacral ini.

Dirjen Bimas Buddha Kemenag Supriyadi  berharap Waisak 2026 menjadi ruang spiritualis dan perdamaian umat Buddha. Menurut Supriyadi, pemerintah berkewajiban menjamin hak beribadah semua umat beragama sesuai konstitusi, sehingga koordinasi intens dengan lembaga terkait dilakukan agar kegiatan berjalan baik dan lancar.

“Panitia perlu berkoordinasi dengan seluruh jajaran lembaga, kementerian, dan pemerintah daerah khususnya untuk bersama-sama mempersiapkan kegiatan agar dapat berjalan dengan baik, lancar sehingga umat Buddha juga bisa melaksanakan ibadahnya dengan hikmat,” ujar Supriyadi.

Supriyadi menjelaskan  penyelenggaraan Waisak tidak hanya bersifat rutin keagamaan semata, tetapi juga menjadi wadah pengembangan spiritualitas bagi umat yang hadir.  Meskipun kapasitas area lapangan kenari Zona 1 diperkirakan tidak mencapai 10.000 orang, sehingga sebagian peserta berada di luar lapangan, tempat perayaan dirancang sebagai ruang publik yang inklusif untuk memberikan pengalaman spiritual atas candi Buddha.

Ia juga mengingatkan bahwa pemanfaatan candi untuk kegiatan keagamaan sesuai dengan peraturan kebudayaan yang berlaku. Kementerian Agama, lanjut Supriyadi, berupaya menghadirkan pendekatan spiritualitas dan kebudayaan sehingga candi benar-benar memberi manfaat bagi pengunjung.

“Tentu yang kami lakukan adalah bagaimana agar candi ini juga dipergunakan dengan pendekatan spiritualitas ber-kebudayaan. Artinya, ruang ini harus betul-betul bisa memberikan manfaat bagi setiap orang yang akan berkunjung ke Candi Borobudur,” kata Dirjen Supriyadi.

Mengenai makna dan semangat Waisak, Supriyadi menyoroti keunikan perayaan Waisak di Indonesia yang memiliki tradisi tersendiri dan menjadi agenda penting yang terus didukung pemerintah. Dirinya berharap perayaan ini dapat membangkitkan semangat persatuan, kerukunan, dan toleransi di antara umat dan masyarakat luas.

Selain nilai religiusnya, Waisak juga memberi dampak positif sosial yang signifikan serta menjadi momentum penyebaran pesan perdamaian ke seluruh dunia dan tahun ini juga menyertakan program khusus, termasuk Lentera Perdamaian, sebagai bagian dari rangkaian perayaan. (red)

Sekarang

Jakarta Hari Ini Bakal Hujan Intensitas Ringan

Sekarang