U

Pelatihan daring Kurikulum Berbasis Cinta Hasilkan 262.613 Lulusan

SekarangAja, CIPUTAT Pelatihan daring Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) melalui MOOC Pintar tuntas digelar. 262.613 peserta dinyatakan lulus pelatihan tersebut. Kepala Pusbangkom SDM Kementerian Agama Mastuki berharap hal ini akan berdampak pada meningkatnya kualitas layanan publik yang semakin empatik dan solutif.

Diklat daring KBC diikuti oleh 305.393 peserta. Pelatihan digelar secara asynchronous dari 22 – 28 April 2026. Pembukaan pelatihan dilakukan Menteri Agama Nasaruddin Umar pada 22 April 2026 lalu. Dari jumlah keseluruhan peserta, tingkat kelulusan mencapai 85 persen. Ini tercatat sebagai rekor paling tinggi selama tiga tahun terakhir.  

“Tingkat kelulusan yang tinggi ini menunjukkan bahwa ASN Kementerian Agama memiliki semangat belajar yang luar biasa serta mampu beradaptasi dengan sistem pembelajaran digital secara mandiri,”  katanya. 

Peserta berasal dari seluruh wilayah Indonesia. Ini memperlihatkan bahwa akses terhadap pelatihan digital semakin merata. Provinsi seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat menjadi penyumbang peserta terbesar. Ini menunjukkan tingginya antusiasme di wilayah dengan jumlah ASN yang besar.

“Kami harap semakin ASN paham substansi kurikulum berbasis cinta, itu akan berdampak pada layanan publik di Kementerian Agama yang semakin empatik dan solutif,” sambungnya.

Mastuki memastikan pelatihan KBC akan terus digelar secara daring dan mandiri, terbuka dan massif, agar dapat diakses oleh masyarakat luas di seluruh Indonesia. Pelatihan juga didesain semakin adaptif, interaktif, dan berbasis kebutuhan nyata di lapangan. Ini menjadi solusi efektif dalam meningkatkan kompetensi ASN secara masif dan terukur.

“Pelatihan KBC secara daring melalui MOOC Pintar akan tetap dibuka di periode berikutnya untuk membuka akses lebih luas. Diharapkan semua ASN Kemenag dan masyarakat yang menjadi pemangku kepentingan lain. Penyuluh agama, administrasi, guru RA, guru PAI di Sekolah, majelis taklim, dan lainnya masih potensial dan perlu mendapat pemahaman KBC”, ungkapnya.

“Tidak hanya dari sisi jumlah, tetapi juga dari kualitas partisipasi dan tingkat penyelesaian pelatihan yang tinggi,” tandasnya. (red)

Sekarang