U

Tinik Wijayanti, Politisi Muda yang Ajak Perempuan Tak Apatis Politik

SekarangAja, MALANG Kehadiran perempuan dalam dunia politik dinilai semakin penting. Terlebih ketika banyak kebijakan publik yang bersentuhan langsung dengan kehidupan keluarga dan masyarakat.

Hal itulah yang juga sering disampaikan  Tinik Wijayanti, anggota Komisi C DPRD Kota Malang di berbagai kesempatan. Perempuan kelahiran Malang, 4 Februari 1989 ini dikenal sebagai salah satu politisi muda yang cukup aktif di berbagai kegiatan masyarakat.

Ia juga diberi kepercayaan di lembaga legislatif Kota Malang. Itu di antaranya selain ditugaskan di Komisi C DPRD Kota Malang, Tinik juga menjabat sebagai Sekretaris Fraksi Golkar DPRD Kota Malang.

Di luar itu, ia juga dipercaya menjadi Sekretaris dalam organisasi kepemudaan underbow Partai Golkar. Yakni Barisan Muda Kosgoro 1957 Provinsi Jawa Timur, sebuah organisasi yang selama ini dikenal sebagai wadah kaderisasi generasi muda dalam kegiatan sosial dan politik.

Menurut Tinik,  masih banyak perempuan yang merasa politik adalah sesuatu yang jauh dari kehidupan sehari-hari. Padahal banyak kebijakan yang sebenarnya sangat berkaitan dengan peran perempuan di keluarga dan masyarakat.

“Kadang perempuan merasa politik itu adalah dunia yang keras, rumit atau bukan tempat mereka. Padahal di dalamnya banyak keputusan yang justru berhubungan langsung dengan kehidupan perempuan,” katanya.

sekarangaja

Sebagai perempuan, ia juga mengaku cukup bangga menjadi bagian dari Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Malang. Karena di dalamnya terdapat keterwakilan perempuan yang cukup tinggi. Yaitu terpilihnya 50 persen anggota perempuan dari total enam anggota fraksi yang ada.

Perjalanan politik Tinik sendiri tergolong cukup menarik. Ia dikenal sebagai pendatang baru yang berhasil memenangkan kepercayaan masyarakat dalam pemilihan legislatif tahun 2024 lalu dengan mengalahkan incumbent dan beberapa tokoh senior di partainya.

Yang cukup unik, selama masa kampanye Tinik tidak memasang satu pun alat peraga kampanye berupa banner yang lazim digunakan oleh seluruh calon legislatif. Ia lebih banyak melakukan pendekatan secara sederhana ke masyarakat jauh hari sebelum tahun politik dan mengambil bagian dalam membangun wilayah bersama masyarakat.

Selain aktif di parlemen, Tinik juga memiliki peran di struktur partai Golkar. Pada tahun 2025 lalu, melalui Musyawarah Kecamatan Luar Biasa, ia terpilih menjadi Ketua Pimpinan Kecamatan Sukun dengan dukungan penuh atau 100 persen suara dari seluruh Pimpinan Kelurahan Partai Golkar di Kecamatan Sukun kala itu.

Setelah terpilih, Tinik menyusun kepengurusan baru dengan komposisi yang cukup berbeda. Kurang lebih 50 persen dari struktur pengurus Pimpinan Kecamatan Sukun diisi oleh perempuan, bahkan sekretaris dan bendahara juga merupakan kader perempuan yang dianggapnya memiliki kemampuan dalam memperkuat akar Partai Golkar di masyarakat. Menurut dia, langkah itu dilakukan agar perempuan memiliki ruang yang lebih luas dalam organisasi politik.

Bagi Tinik, hal tersebut menunjukkan bahwa perempuan semakin memiliki kesempatan untuk terlibat dalam proses demokrasi di Indonesia. “Yang paling penting bukan hanya soal jumlah, tetapi bagaimana perempuan juga berani menyampaikan gagasan dan partisipasinya membawa perspektif baru yang lebih inklusif dalam pembangunan daerah,” pungkasnya. (red)

Sekarang