U

Ketika Perempuan Lintas Iman Kota Malang  Kompak Refleksi Perjuangan RA Kartini

SekarangAja, MALANGPara perempuan lintas iman dan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa memenuhi aula Assumpta Gereja Katolik Paroki Maria Diangkat Ke Surga di Jalan  Lely Kota   Malang. Kendati datang dari lintas iman dan beragam latar belakang, mereka kompak menyuarakan peran perempuan dalam merawat toleransi di tengah keberagaman.

Semua agama dan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa menempatkan perempuan dalam peran strategis. Karena itu, kaum perempuan harus aktif dalam mewarnai kehidupan. Termasuk merawat toleransi di tengah keberagaman.

Hal itu terungkap dalam  Dialog Kebangsaan dan Refleksi Perjuangan RA Kartini dari sudut pandang agama maupun  kepercayaan kepada Tuhan YME, Minggu (19/4/2026) hari ini di aula Assumpta Gereja Katolik Paroki Maria Diangkat Ke Surga di Jalan  Lely 17 Malang. 

Kegiatan  yang disambut antusias peserta itu  digelar oleh Srikandi FKAUB Malang Raya bersinergi dengan Bidang Kesaksian Seksi Gender dan Pemberdayaan Perempuan Paroki Maria Diangkat Ke Surga Kota Malang.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber. Yakni  Luluk Dwi Kumalasari, S.Sos, M.Si  sebagai perwakilan Muhammadiyah. Dari NU yang merupakan perwakilan Fatayat  yakni Widiarini, M.Kes,

Selain itu Presidium Buddha Metta Puspita Dewi, M.Pd yang berasal dari Wanita Theravāda Indonesia (Wandani) Kota Malang.

Sedangkan dari Presidium Katolik hadir sebagai pembicara yakni  Anastasia Ida Soesanti yang juga anggota DPRD Kota Malang,  Presidium Konghuchu  Sienny Vivi Irawati, S.Kom ,MM, Gr, Presidium Kristen  Bethari Putri Hyang Taya, S.Kom, Presidium Penghayat  Indah Trianingsih NBL,  Presidium Hindu Ni Nyoman Ayu Shri Smertini Adhi, SS, S.Pd. Para pembicara tersebut berbicara dari perspektif masing-masing.

Ketua Panitia Kegiatan, Dra Theresia Puji Astutik mengatakan, dari dialog dan refleksi perjuangan RA Kartini ditegaskan bahwa semua agama punya pandangan yang sama bahwa perempuan punya martabat yang mulia. Juga diberi kesempatan dalam berbagai aspek kehidupan.

‘’Sekarang perempuan di tantang sebagai Kartini zaman sekarang ikut bertanggungjawab dalam kehidupan dan merajut persaudaraan sejati dan perdamaian,’’ jelasnya.

Theresia mengatakan perempuan zaman sekarang   perlu mengadakan dialog lintas iman secara terus menerus  dalam mewujudkan perdamaian dunia.

Perempuan lanjut dia, juga dipanggil untuk berperan merawat toleransi di tengah  keberagaman.

‘’Merawat toleransi dan kebersamaan di tengah keberagaman bukan tanggubgjawab pria saja tapi juga perempuan,’’ katanya.

Ia optimis kaum perempuan akan terus berperan dan berpartisipasi dalam menjaga persaudaraan sejati. Karena itu dia berharap dialog lintas iman terus diadakan untuk memperkuat  pilar toleransi.

Dari dialog dalam forum tersebut dibahas perlu adanya  forum atau  dialog lanjutan dengan dibuat jadwal.  Baik berupa pertemuan maupun dalam aksi sosial. Selain itu perlunya forum untuk memperluas jaringan. Dan bisa menjadi tim advokasi untuk menyatakan pendapat jika ada isu yang dipandang penting melibatkan perempuan.

Sementara itu Sekjen FKAUB Malang Raya, Pendeta David Tobing mengatakan kegiatan ini merupakan sejarah baru karena diikuti banyak perwakilan organisasi perempuan lintas agama dan  kepercayaan serta lintas organisasi. Juga dihadiri oleh kalangan politisi dan  akademisi dari kaum perempuan yang berkiprah di Malang. (red)

Sekarang