Kampung Zakat 2025, Kemenag dan Kemendes Berdayakan Desa melalui Zakat

JAKARTAKampung Zakat 2025, Kemenag dan Kemendes berdayakan desa melalui Zakat.  Itu kolaborasi Kementerian Agama (Kemenag) dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT). Kolaborasi ini bertujuan mengoptimalkan potensi zakat di desa-desa untuk mendukung kesejahteraan masyarakat.

Program tersebut tahun ini menargetkan 35 desa di berbagai daerah. Tujuannya  mengembangkan ekosistem zakat yang produktif dengan potensi mencapai Rp  51 triliun. Pemanfaatannya diarahkan pada sektor pemberdayaan ekonomi lokal, seperti perkebunan, pertanian, dan kelautan.

Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag, Waryono Abdul Ghafur, mengatakan, kerja sama ini didasarkan pada potensi besar desa yang selama ini belum tergarap optimal.

“Desa secara struktur lebih dekat dengan Kemendes. Di sana ada Koperasi Merah Putih, ada BUMDes, dan ini yang kami kerjasamakan. Potensi desa juga macam-macam, mulai dari perkebunan, pertanian, hingga kelautan,” ujar Waryono dalam Press Conference Blissful Maulid. 

Ia menjelaskan, Kemenag akan fokus pada konsolidasi dan koordinasi antarpihak. Sedangkan Kemendes berperan sebagai mitra strategis dalam penguatan kelembagaan desa, terutama melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

“Mudah-mudahan ke depan masyarakat desa betul-betul berdaya,” tambahnya. Menurut Waryono, salah satu fokus utama kerja sama ini  mengintegrasikan peran BUMDes dalam menyalurkan zakat penghasilan. BUMDes akan difasilitasi untuk bekerja sama dengan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang dibentuk di tingkat desa.

Skema ini diharapkan memudahkan masyarakat desa menunaikan zakat sekaligus memastikan dana yang terkumpul dikelola secara transparan dan produktif.

“Kami ingin membuka peluang bagi BUMDes untuk menyalurkan zakat penghasilan melalui UPZ yang bekerja sama dengan Kemendes,” jelas Waryono.

Ia optimis, sinergi ini akan mempercepat pemberdayaan ekonomi berbasis zakat di desa. Selain meningkatkan kesejahteraan masyarakat, langkah tersebut juga menjadi wujud penguatan ekosistem zakat nasional yang inklusif dan produktif. (red)  

Hujan Diprakirakan Guyur Jakarta Hari Ini

IP Lokal  Pendorong Kreativitas Era Global

Sekarang

Hujan Diprakirakan Guyur Jakarta Hari Ini

Sekarang

IP Lokal  Pendorong Kreativitas Era Global

Sekarang