Kampung Klasik IV Merjosari Jadi Ruang Pelestarian Budaya
SekarangAja, MALANG– Kampung Klasik IV bertajuk ‘Merawat Tradisi, Menghidupkan Ruang Waktu’ diinisiasi warga RW XI Merjosari di Perumahan Villa Bukit Tidar RW XI Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurut Pak Mbois, sapaan akrab Wali Kota Wahyu Hidayat, Kampung Klasik yang memasuki penyelenggaraan keempat ini bukan sekadar hiburan atau perayaan semata. Lebih dari itu menunjukkan semangat warga dalam mengisi kemerdekaan melalui kontribusi yang positif.
Selain itu, dari agenda tahunan yang dihelat selama empat hari tersebut juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, membangun kebersamaan, dan memperkuat semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Semangat inilah yang perlu terus dijaga, karena kota yang maju bukan hanya dibangun dari program pemerintah. Namun juga dari partisipasi dan kepedulian warganya.
“Ketika masyarakat bergerak, berkarya, dan saling menguatkan, maka akan lahir lingkungan yang semakin rukun, harmonis, dan nyaman untuk kita tempati bersama,” kata Pak Mbois.
Di tengah perkembangan zaman dan derasnya arus globalisasi, Wali Kota Wahyu menyebutkan bahwa tantangan bukan hanya tentang bagaimana terus maju dan berinovasi, tetapi juga bagaimana tetap menjaga jati diri. “Kemajuan tidak berarti kita harus meninggalkan budaya dan nilai-nilai yang menjadi akar kehidupan masyarakat kita,” tambahnya.
Lebih lanjut, Pak Mbois menegaskan budaya lokal harus diuri-uri dan diperkenalkan kepada generasi muda dengan cara yang beragam mengikuti perkembangan zaman. Tidak harus selalu dalam bentuk yang formal, tetapi bisa melalui kegiatan yang kreatif, menarik, dan dekat dengan masyarakat.
“Salah satunya seperti Kampung Klasik yang digagas oleh warga RW XI ini, saya melihat kegiatan ini bukan sekadar menampilkan unsur-unsur budaya klasik. Lebih dari itu, ini adalah wujud gotong royong dan kreativitas warga dalam menjaga kekayaan budaya, sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat untuk berkarya, berekspresi, dan memperkuat silaturahmi,” beber Wahyu.
Ia berpesan, di era digital seperti sekarang, jangan sampai teknologi hanya menjadi jalan masuknya budaya dari luar, tetapi justru harus dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada masyarakat luas.
Dengan begitu, budaya lokal tidak hanya tetap terjaga, tetapi juga bisa terus hidup, berkembang, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Karena itu, Wali Kota Malang pun berharap Kampung Klasik ini bisa terus dijaga dan dikembangkan. Bukan hanya menjadi kegiatan tahunan, tetapi menjadi tradisi baik yang terus melibatkan warga dan generasi muda.
“Jadi banyak generasi muda kita yang mengenal, mencintai, dan bangga terhadap budayanya sendiri. Dan yang paling penting, mari kita buktikan bahwa menjaga budaya tidak berarti menolak kemajuan. Kita bisa tetap modern, tetap kreatif, tetap beradaptasi dengan perkembangan zaman,’’ katanya.
’’Namun tetap berakar pada jati diri dan kekayaan budaya kita. inilah yang akan menjadi kekuatan kita dalam membangun Kota Malang yang semakin maju, kreatif, dan berkarakter,” sambung Pak Mbois. (red)
- Kampung Klasik IV Merjosari
- Kampung Klasik IV Merjosari Kota Malang
- Kawasan kos-kosan di Merjosari Kota Malang
- Kontrakan Perumahan Villa Bukit Tidar Kota Malang
- Lapangan bola di Merjosari Kota Malang
- Perumahan mahasiswa Villa Bukit Tidar Kota Malang
- Perumahan Villa Bukit Tidar RW XI Kelurahan Merjosari Kecamatan Lowokwaru Kota Malang
- Wisata di Merjosari Kota Malang















