U

Bedah Buku Empat Dekade Sejarah Musik Kota Malang Era 60–90, dari Malang Untuk Indonesia

SekarangAja, MALANG- Kota Malang pernah dijuluki sebagai kota barometer musik Indonesia. Julukan itu bukan sekadar kebanggaan, melainkan cerminan nyata dari tingginya kepekaan dan selera bermusik warga Malang dari dekade ke dekade.

Namun seiring berjalannya waktu, kisah kejayaan itu hampir terlupakan — tenggelam di antara gemuruh zaman yang terus berubah.

Untuk menghidupkan kembali memori berharga itu, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bersama Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Malang menggelar Bedah Buku “Empat Dekade Sejarah Musik Kota Malang Era 60–90” karya Arief Wibisono, S.Sos. Kegiatan ini berlangsung Senin (5/5/2026), pukul 14.00–15.00 WIB di Gedung ICT Universitas Muhammadiyah Malang.

Buku setebal 120 halaman ini bukan sekadar kumpulan fakta. Ini adalah hasil perjalanan panjang sang penulis yang selama bertahun-tahun bergerilya menelusuri jejak-jejak musisi Malang — menemui keluarga para musisi, mengunjungi pelaku seni di Malang, Jakarta, dan Surabaya, serta menggali arsip surat kabar, tabloid, dan majalah musik klasik seperti Vista, Hai, dan Top.

Buku ini terbagi dalam empat periode: era 1960-an, 1970-an, 1980-an, dan 1990-an. Dimulai dari masa transisi musik akustik menuju instrumen elektronik di tahun 60-an, saat pengaruh The Beatles dan grup-grup barat begitu kuat menggerakkan anak-anak muda Malang untuk membentuk band-band yang tampil di berbagai panggung.

Berlanjut ke era 70-an dan 80-an, ketika musik rock mulai merajai panggung GOR Pulosari dengan aksi teatrikal yang memukau penonton. Hingga era 90-an yang semakin dinamis dan penuh warna.

Nama-nama besar seperti Micky Jaguar (alm), Ian Antono, Teddy Sujaya, Sylvia Saartje, dan Ovan Tobing hadir dalam buku ini bukan hanya sebagai catatan sejarah, melainkan sebagai penghargaan nyata atas dedikasi mereka dalam membangun identitas musik Kota Malang. Buku ini sekaligus menjadi produk dokumentasi pertama berwujud buku yang dikeluarkan Museum Musik Indonesia (MMI).

“Perjalanan mahal tentang karya seniman musik Kota Malang kalau tidak dibukukan secara otentik akan muncul sebuah dongeng usang buat generasi berikutnya,” kata Arief Wibisono, S.Sos, sang penulis buku tersebut dalam siaran pers tertulis.

Acara bedah buku ini akan dipandu oleh Gedeon S.A.N, Ketua IKAPI Malang, sebagai pembedah. Sementara sang penulis sendiri, Arief Wibisono, S.Sos, akan hadir langsung sebagai narasumber untuk berbagi kisah di balik proses panjang penulisan buku ini.

Perpaduan antara pembedah yang berpengalaman di dunia penerbitan dan narasumber yang menghidupi setiap halamannya sendiri menjadikan sesi ini niscaya akan penuh wawasan dan cerita yang tidak ditemukan di dalam buku.

Arief Wibisono, yang akrab dipanggil Bison, lahir di Malang pada 3 Februari 1976. Ia adalah alumnus Fakultas Ilmu Sosial Politik Universitas Merdeka Malang, Jurusan Administrasi Negara. Meski latar belakang akademiknya bukan musik, kecintaannya pada dunia musik Malang telah mendorongnya menjadi penulis dan dokumentator yang gigih.

Bison aktif menulis artikel musik di harian Malang Ekspres sejak 2017, pernah menerbitkan majalah Be Sound dan Rock Magazine pada 2013, serta menulis buku biografi Pungky Deaz, vokalis legendaris Power Metal, yang diterbitkan Media Nusa Creative Publishing. Kini, dengan buku Empat Dekade Sejarah Musik Kota Malang, ia menegaskan dirinya sebagai penjaga memori musik yang tak kenal lelah.

Acara Bedah Buku ini mendapat dukungan dari berbagai institusi dan mitra strategis, di antaranya UMM Press, UIN Maliki Press, MNC, Yayasan Obor Indonesia, serta sejumlah mitra budaya dan literasi lainnya di Kota Malang. Dukungan luas ini mencerminkan betapa pentingnya upaya pelestarian sejarah musik Malang bagi berbagai kalangan.

Masyarakat umum, pegiat seni, akademisi, serta generasi muda Malang sangat diundang untuk hadir dan ikut merayakan warisan budaya musik yang luar biasa ini. Seperti kata Bison sendiri: “Ayo bangkit musik rock Kota Malang!” (red)  

Sekarang

Warga Nganjuk Antusias Sambut Kunjungan Presiden Prabowo

Sekarang

Jakarta Diprakirakan Hujan Ringan saat Malam Minggu

Sekarang