Komisi C DPRD Kota Malang Soroti Progres Persiapan Perbaikan Jalan Pasar Gadang
SekarangAja, MALANG- Rencana rehabilitasi jalan di kawasan Pasar Induk Gadang (PIG) berpotensi molor dari target. Pengerjaan proyek yang didanai Dana Alokasi Khusus (DAK) Rp 14,9 Miliar itu targetnya dijadwalkan mulai akhir Mei ini. Namun proyek tersebut belum menunjukkan tanda bakal segera dilaksanakan.
Anggota Komisi C DPRD Kota Malang Arief Wahyudi mengungkapkan proyek infrastruktur ini berisiko molor karena masih ditemui sejumlah lapak pedagang yang belum dibongkar. Padahal berdasarkan komitmen awal, seluruh lapak di area terdampak seharusnya sudah bersih sebelum alat berat masuk pada awal Mei lalu.
“Jadi belum 100 persen siap. Masih dijanjikan hari Senin (25/5/2026) untuk membongkar. Kasihan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) kalau lapak-lapak itu tidak segera terbongkar. Pelaksanaannya bisa molor,” kata Arief, Minggu (24/5/2026).
Menurut politisi PKB ini, keterlambatan realisasi fisik di lapangan akan membawa konsekuensi logis yang besar bagi Pemkot Malang. Mengingat sumber pendanaan proyek ini berasal dari APBN melalui skema DAK, ketidakpatuhan terhadap linimasa (timeline) pengerjaan bisa jadi bahan evaluasi dan kepercayaan pemerintah pusat.
“Itu berisiko dengan pemberi dana, yaitu pusat melalui DAK jalan. Kami di legislatif pun terus menyoroti dan mengkritisi ini agar Pemkot Malang segera mengambil tindakan nyata. Bukan sekadar memberikan citra di masyarakat bahwa semuanya sudah siap pakai,” tegasnya.
Selain persoalan teknis pembersihan lahan, kawasan Pasar Induk Gadang juga diproyeksikan menjadi menampung limpahan Pedagang Kaki Lima (PKL) tidak berizin dari Pasar Kebalen. Kebijakan relokasi ini dinilai rawan memicu konflik sosial baru jika tidak dimitigasi dengan baik.
Menanggapi potensi gesekan tersebut, Arief menekankan pentingnya komunikasi dua arah yang persuasif dan humanis dari pihak eksekutif. Ia mengkritik pola penertiban di Pasar Kebalen sebelumnya yang terkesan mendadak sehingga memicu resistensi.
Meski demikian, wakil rakyat dari Dapil Klojen ini juga optimistis daya tampung Pasar Induk Gadang yang luas mampu mengakomodasi para pedagang pindahan. Berdasarkan data yang dihimpun, pasar tersebut ditargetkan dapat memuat lebih dari 1.200 pedagang.
“Targetnya ada 1.200 pedagang lebih bisa masuk ke sini. Saya yakin kalau mereka diberi gambaran terbaik, merasa diuntungkan, dan merasa lebih baik, mereka akan mau pindah secara sukarela. Kuncinya manusia itu bisa diajak bicara,” katanya.

Sebelumnya, Selasa (28/4/2026) lalu Pemkot Malang sudah berusaha kebut menuntaskan relokasi pedagang Pasar Induk Gadang (PIG) sebagai bagian dari penataan kawasan secara bertahap. Langkah ini menjadi fase awal penertiban sekaligus optimalisasi fungsi pasar dan jalan, yang dilanjutkan dengan pembongkaran lapak lama.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, bersama jajaran terkait bahkan meninjau langsung pembongkaran lapak pedagang sebagai tahapan penataan PIG memastikan bahwa proses pemindahan berjalan lancar dan telah selesai sepenuhnya.
Pembongkaran lapak dilakukan dengan bantuan alat berat dan ditargetkan rampung dalam satu hari. Wahyu optimis area tersebut akan segera bersih sehingga dapat dilanjutkan ke tahap penataan kawasan.
Kurang lebih 1.200 pedagang direlokasi dalam proses ini. Sebagian besar di antaranya diketahui telah berjualan di kawasan tersebut selama puluhan tahun, bahkan mencapai sekitar 35 tahun.
Sebelum pembongkaran dilakukan, para pedagang juga menggelar syukuran sebagai bentuk rasa syukur atas proses relokasi yang berjalan lancar sekaligus harapan agar aktivitas usaha di lokasi baru dapat berjalan lebih baik. “Itu bagian dari tradisi, mereka ingin apa yang dilakukan mendapat rida,” jelas Wahyu.
Ke depan, Pemkot Malang menyiapkan penataan kawasan untuk mencegah munculnya kembali pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang jalan. Upaya tersebut dilakukan melalui pemasangan pagar pembatas yang lebih tinggi, dilengkapi dengan tanaman sebagai penghalang tambahan, serta penataan jalur jalan dan trotoar.
Selain itu, pembangunan fisik jalan di kawasan Pasar Gadang dijadwalkan dimulai pada minggu keempat Mei 2026 setelah proses tender selesai. Nilai anggaran proyek tetap sebesar Rp14,9 miliar, dengan penyesuaian desain untuk mendukung ketertiban kawasan. (red)














