U

Tokoh Perempuan Nasional Dr Nanda Gudban Ajak Mahasiswa Cerdas dan Bijak Bersosmed

SekarangAja, KUPANG-Hati-hati bergaul di sosial media (sosmed). Mawas diri untuk jaga diri. Karena jika teledor bisa menjadi masalah untuk diri sendiri, keluarga, lingkungan bahkan kampus.

Hal itu ditegaskan tokoh perempuan nasional yang juga Ketua  Komunitas Perempuan Peduli Indonesia (KoPPI) Dr Ya’qud Ananda Gudban. Dr Nanda Gudban, sapaan akrab Dr Ya’qud Ananda Gudban menyampaikan pesan cerdas dan bijaksana menggunakan sosmed dan berbagai platform digital saat menjadi pembicara tamu dalam kuliah umum di depan sekitar 1.300 mahasiswa baru (maba) Universitas Muhammadiyah Kupang dan  Civitas Akademika kampus tersebut, Selasa (27/10/2026) hari ini di Kupang.

‘’Sosmed kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Terutama mahasiswa. Cerdas dan bijaksanalah menggunakan sosmed,’’ kata Nanda usai menjadi pembicara.

Segala informasi lanjut Nanda, mudah didapatkan di sosmed dan berbagai platrom. Bahkan relasi pertemanan pun mudah terjalin.

Namun di balik kemudahan yang hanya dalam genggaman ponsel itu, Nanda mengingatkan agar selalu cerdas dan bijaksana.

Ia lalu mencontohkan misalnya penggunaan akun palsu oleh pihak tak bertanggungjawab. Pasalnya sangat mungkin pihak tak bertanggung jawab muncul dalam pergaulan di sosmed dengan akun palsu.

‘’Di situlah muncul bahaya. Jangan muda terpengaruh, apalagi mahasiswa punya daya kritis yang baik. Harus kritis dan mawas diri.  Rasional dan realistis agar tak mudah dibohongi,’’ pesannya.

Nanda yang juga tokoh advokasi perempuan dan anak ini  mengingatkan hal ini bukan tanpa alasan. Banyak kejadian munculnya kekerasan baik verbal, fisik hingga

Toxic relationship. Bahkan bisa sampai perbuatan hukum yang mengarah terhadap pidana.

‘’Karena itulah hati-hati. Sebab jika ini terjadi maka mahasiswa yang rugi sendiri. Waktu dan konsentrasi belajar menjadi tersita,’’ katanya.

Dia juga mengingatkan agar menggunakan sosmed secara bijaksana. Janga nasal bikin postingan dan berbagi informasi yang belum jelas kebenaran dan sumber informasinya.

“Saya selalu mengingatkan agar saring sebelum sharing. Jika mendapat informasi yang bermunculan di sosmed jangan asal dibagikan. Tapi dilihat dulu, sumber informasi, tingkat kevalidan informasi. Di sinilah pentingnya literasi digital,’’ kata akademisi yang aktif menjadi narasumber di berbagai forum akademik ini.

Dari pada salah menggunakan sosmed yang bisa terancam UU ITE, lebih baik digunakan untuk meningkatkan kapasitas diri.

“Misalnya bikin jejak digital positif seperti posting kekayaan wisata, inspirasi di sekitar  tempat tinggal dan kampus. Sehingga memberi daya manfaat yang lebih baik,’’ katanya. (red)

Ini Rangkaian Kegiatan Hari Toleransi Internasional

Sekarang

Ini Rangkaian Kegiatan Hari Toleransi Internasional

Inspirasi

Makin Banyak Wisatawan Mancanegara ke Malang Naik Kereta Api

Sekarang