Tokoh Perempuan Nasional Dr Nanda Gudban Ajak Mahasiswa Cerdas dan Bijak Bersosmed
SekarangAja, KUPANG-Hati-hati bergaul di sosial media (sosmed). Mawas diri untuk jaga diri. Karena jika teledor bisa menjadi masalah untuk diri sendiri, keluarga, lingkungan bahkan kampus.
‘’Sosmed kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Terutama mahasiswa. Cerdas dan bijaksanalah menggunakan sosmed,’’ kata Nanda usai menjadi pembicara.
Segala informasi lanjut Nanda, mudah didapatkan di sosmed dan berbagai platrom. Bahkan relasi pertemanan pun mudah terjalin.
Namun di balik kemudahan yang hanya dalam genggaman ponsel itu, Nanda mengingatkan agar selalu cerdas dan bijaksana.
Ia lalu mencontohkan misalnya penggunaan akun palsu oleh pihak tak bertanggungjawab. Pasalnya sangat mungkin pihak tak bertanggung jawab muncul dalam pergaulan di sosmed dengan akun palsu.
‘’Di situlah muncul bahaya. Jangan muda terpengaruh, apalagi mahasiswa punya daya kritis yang baik. Harus kritis dan mawas diri. Rasional dan realistis agar tak mudah dibohongi,’’ pesannya.
Nanda yang juga tokoh advokasi perempuan dan anak ini mengingatkan hal ini bukan tanpa alasan. Banyak kejadian munculnya kekerasan baik verbal, fisik hingga
Toxic relationship. Bahkan bisa sampai perbuatan hukum yang mengarah terhadap pidana.
‘’Karena itulah hati-hati. Sebab jika ini terjadi maka mahasiswa yang rugi sendiri. Waktu dan konsentrasi belajar menjadi tersita,’’ katanya.
Dia juga mengingatkan agar menggunakan sosmed secara bijaksana. Janga nasal bikin postingan dan berbagi informasi yang belum jelas kebenaran dan sumber informasinya.
“Saya selalu mengingatkan agar saring sebelum sharing. Jika mendapat informasi yang bermunculan di sosmed jangan asal dibagikan. Tapi dilihat dulu, sumber informasi, tingkat kevalidan informasi. Di sinilah pentingnya literasi digital,’’ kata akademisi yang aktif menjadi narasumber di berbagai forum akademik ini.
Dari pada salah menggunakan sosmed yang bisa terancam UU ITE, lebih baik digunakan untuk meningkatkan kapasitas diri.
“Misalnya bikin jejak digital positif seperti posting kekayaan wisata, inspirasi di sekitar tempat tinggal dan kampus. Sehingga memberi daya manfaat yang lebih baik,’’ katanya. (red)















