Arema FC Hajar Dewa United 4-0
SekarangAja, MALANG – Arema FC mengakhiri tren negatif lima pertandingan tanpa kemenangan dengan cara meyakinkan. Menjamu Dewa United Banten FC pada pekan ketujuh BRI Super League 2026/2027 di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Minggu (25/10/2026) sore, Singo Edan menang telak 4-0.
Pelatih interim Andre Caldas menyebut ketenangan pemain saat menghadapi tekanan awal menjadi salah satu kunci kemenangan tersebut.
Empat gol Arema FC dicetak Careca pada menit ke-30 dan 52, Sam Otusanya menit ke-65, serta Julian Guevara pada menit ke-90+5. Hasil ini sekaligus menjadi awal positif bagi Caldas setelah manajemen mengakhiri kerja sama dengan Marcos Santos.
Meski menang dengan selisih empat gol, Caldas mengakui anak asuhnya sempat kesulitan pada awal pertandingan. Dengan waktu persiapan yang hanya sekitar dua hari, Arema FC harus menghadapi Dewa United yang saat itu berada di posisi kedua klasemen sementara dan dikenal memiliki permainan agresif.
“Di awal pertandingan kami mengalami masa-masa sulit. Kami berlatih hanya sekitar dua hari. Kami punya ide menyesuaikan cara bermain, tapi kami tidak boleh lupa bahwa mereka adalah peringkat kedua di turnamen, sangat kuat dan agresif juga,” ungkap Caldas.
Pelatih asal Brasil itu menegaskan, instruksi utamanya kepada para pemain adalah menjaga ketenangan ketika menghadapi tekanan. Ia meminta skuad Singo Edan tidak terburu-buru mengambil keputusan jika strategi yang diterapkan belum berjalan sesuai rencana.
“Hal yang paling penting adalah jika segalanya tidak berjalan dengan baik dalam 5-10 menit pertama, kami tidak boleh panik atau putus asa. Harus bisa memperlambat tempo, sabar, jangan sampai kebobolan. Jika Anda tidak kebobolan, keadaan akan menjadi lebih baik. Dan itulah yang terjadi di lapangan,” bebernya.
Instruksi tersebut terlihat ketika Arema FC mampu melewati fase awal pertandingan tanpa kebobolan. Perlahan, tuan rumah mulai menemukan ritme permainan dan membangun serangan melalui sektor sayap.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-30. Berawal dari penetrasi Gabriel Silva dari sisi kiri, umpan yang dikirim ke kotak penalti disambut Careca dengan tembakan placing terukur. Gol tersebut membawa Arema FC unggul 1-0 hingga babak pertama berakhir.
Memasuki babak kedua, Singo Edan semakin percaya diri. Careca kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-52 melalui sundulan setelah terjadi kemelut di depan gawang Dewa United. Gol sempat dipersoalkan sebelum akhirnya disahkan wasit Asep Yandi setelah pengecekan melalui Video Assistant Referee (VAR).
Keunggulan Arema FC bertambah menjadi 3-0 pada menit ke-65. Akselerasi Marcos Vinicius dari lini tengah diakhiri dengan umpan kepada Sam Otusanya yang sukses menuntaskannya menjadi gol.
Pada masa tambahan waktu menit ke-90+5, Julian Guevara memastikan kemenangan Arema FC menjadi 4-0. Gol tersebut berawal dari situasi bola mati, ketika tendangan bebas França diteruskan Guevara dengan sepakan terukur ke gawang Dewa United.
Menurut Caldas, gol pembuka Careca menjadi titik balik yang membuat timnya lebih leluasa mengendalikan pertandingan. Setelah unggul, Arema FC mampu meningkatkan penguasaan bola dan menjalankan permainan dengan lebih tenang.
“Setelah itu, Arema mencetak gol yang indah dan permainan berubah. Kami mulai menguasai lebih banyak penguasaan bola dan kendali permainan. Tapi yang paling penting adalah tidak kebobolan. Setelah itu, gol pertama, kedua, ketiga, dan keempat hanyalah sebuah konsekuensi,” tegasnya.
Kendati mengawali masa tugasnya dengan kemenangan besar, Caldas tidak ingin para pemain terlena. Ia menilai dinamika pertandingan sepak bola selalu berubah dan tim harus mampu menjaga respons ketika menghadapi situasi sulit.
“Jangan putus asa ketika keadaan tidak berjalan baik di menit-menit awal, itu bagian dari sepak bola. Terkadang kami bagus, terkadang mereka yang bagus,” katanya.
Tambahan tiga poin membawa Arema FC naik ke posisi kesembilan klasemen sementara BRI Super League 2026/2027. Kemenangan ini menjadi modal penting bagi Singo Edan untuk melanjutkan pembenahan tim sekaligus menjaga momentum positif di tengah masa transisi kepelatihan. (red)















