U

Asiiik! Insentif Dosen Ma’had Aly Cair Bulan November Naik Lebih 200 Persen

SekarangAja, JAKARTA-Kabar gembira untuk  para dosen Ma’had Aly. Pasalnya Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren Kementerian Agama menginformasikan bahwa insentif untuk dosen Ma’had Aly segera cair. Jumlahnya pun naik lebih 200 persem jika dibandingkan pencairan tahun  2025 lalu.

Tahun ini, Ditjen Pesantren mengalokasi bantuan insentif sebesar Rp 5,576 miliar untuk 697 dosen bukan aparatur sipil negara (ASN) yang telah ditetapkan sebagai penerima bantuan.

“Ini sedang kami mulai proses pencairannya. Insya Allah akhir November sudah bisa dicairkan. Setiap dosen mendapat Rp 8 juta, naik lebih 200 persen dari tahun sebelumnya yang hanya mendapat Rp 2,5juta,”jelas Dirjen Pesantren Basnang Said.

Pada tahun 2025, Kementerian Agama mengalokasikan anggaran Rp 1,67 miliar untuk 670 dosen Ma’had Aly. Saat itu, insentif yang diberikan sebesar Rp 2,5juta untuk setiap dosen. Tahun ini, anggaran meningkat lebih dari tiga kali lipat, dengan jumlah penerima juga bertambah 27 orang.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat kesejahteraan tenaga pendidik sekaligus meningkatkan mutu pendidikan tinggi pesantren.

Bantuan ini diharapkan memberikan dukungan kepada para dosen yang selama ini berperan dalam menjaga tradisi keilmuan Islam, mengembangkan kajian kitab kuning, dan menyiapkan generasi ulama masa depan.

Lebih lanjut Basnang Said menegaskan bahwa penguatan pendidikan pesantren harus berjalan beriringan dengan perhatian terhadap kesejahteraan para pendidiknya.

“Penguatan pesantren tidak cukup hanya dengan membangun kelembagaan dan memperluas akses pendidikan. Kita juga harus memberikan perhatian kepada para pendidik yang selama ini menjaga keberlangsungan tradisi keilmuan pesantren,’’ katanya.

‘’Insentif bagi 697 dosen Ma’had Aly ini merupakan bagian dari ikhtiar pemerintah untuk memastikan bahwa pengabdian mereka mendapat perhatian yang layak,” sambung Basnang.

Menurut dia, Ma’had Aly memiliki posisi strategis dalam ekosistem pendidikan nasional. Itu  khususnya dalam menyiapkan kader ulama yang memiliki kedalaman ilmu, kematangan berpikir, dan kemampuan merespons persoalan masyarakat.

“Di tangan para dosen inilah tradisi keilmuan Islam diwariskan, dikaji, dan dikembangkan. Karena itu, perhatian terhadap kesejahteraan dosen tidak boleh dipisahkan dari agenda peningkatan mutu pendidikan tinggi pesantren. Kita ingin Ma’had Aly terus berkembang tanpa kehilangan akar keilmuan dan identitas kepesantrenannya,” jelasnya.

Direktur Ma’had Aly Kementerian Agama, Adib, menjelaskan, pencairan insentif ini didasarkan pada Keputusan Menteri Agama Nomor 1034 Tahun 2026 tentang Insentif bagi Dosen Bukan Aparatur Sipil Negara pada Ma’had Aly.

Selain itu, ada Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 7566 Tahun 2026 tentang Petunjuk Teknis Bantuan Insentif bagi Dosen Bukan Aparatur Sipil Negara pada Ma’had Aly Tahun Anggaran 2026.

Berdasarkan dokumen penetapan, penerima bantuan berasal dari berbagai Ma’had Aly di Indonesia.

“Penyaluran insentif dilakukan melalui rekening masing-masing penerima sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan petunjuk teknis yang berlaku,” tegas Adid.

Adib menekankan bahwa perhatian terhadap kesejahteraan dosen memiliki hubungan erat dengan keberlanjutan mutu pendidikan tinggi pesantren.

Menurut dia, dosen Ma’had Aly tidak hanya menjalankan fungsi pengajaran, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam menjaga kesinambungan tradisi akademik, mengembangkan kajian keislaman, serta membimbing proses kaderisasi ulama.

“Dosen Ma’had Aly memiliki tanggung jawab akademik sekaligus tanggung jawab keilmuan dalam menjaga kesinambungan kajian kitab kuning dan kaderisasi ulama. Kami berharap insentif ini dapat menjadi dukungan bagi mereka untuk terus mengembangkan kualitas pembelajaran dan pengabdian. Sebab, kualitas sebuah lembaga pendidikan pada akhirnya sangat ditentukan oleh kualitas dan keberlanjutan pengabdian para pendidiknya,” papar  Adib.

Ma’had Aly memiliki kekhasan dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi keagamaan Islam yang bertumpu pada pendalaman disiplin keilmuan Islam, pengkajian kitab kuning, dan tradisi intelektual pesantren.

Kekhasan tersebut menjadikan keberadaan dosen sebagai salah satu unsur penting dalam menjaga kualitas dan kesinambungan pendidikan.

Di tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan perubahan sosial yang semakin dinamis, Ma’had Aly juga dihadapkan pada kebutuhan untuk terus mengembangkan tradisi intelektual pesantren agar tetap relevan dengan tantangan zaman tanpa meninggalkan karakter keilmuannya. (red)

Jakarta Diprakirakan Berawan Hari Ini

Jakarta Diprakirakan Berawan Tebal Hari Ini

Sekarang

Begini Kata Gubernur DKI Pramono Anung Usai  Ikut Lari JRF 2026

Inspirasi

Jakarta Diprakirakan Berawan Hari Ini

Sekarang

Jakarta Diprakirakan Berawan Tebal Hari Ini

Sekarang