Pemprov DKI Jakarta dan Pemprov Jatim Bergerak Bantu Korban Gempa Flores NTT
SekarangAja, JAKARTA– Solidaritas untuk korban gempa bumi Flores, NTT berdatangan dari berbagai daerah di Indonesia. Di antaranya Pemprov DKI Jakarta dan Pemprov Jatim bergerak untuk NTT.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan sedang menyiapkan bantuan untuk masyarakat NTT yang terdampak bencana gempa. Bantuan tengah disiapkan dengan koordinasi intensif dengan BNPB, BUMD, Baznas Bazis DKI Jakarta, serta masyarakat.
“Kemarin kami langsung melakukan koordinasi dan selalu Pemerintah DKI Jakarta pasti akan berkontribusi memberikan dan meringankan saudara-saudara kita yang terkena dampak dari gempa termasuk seperti pada waktu di Aceh, di Sumatera Barat, dan juga Sumatera Utara,” kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Minggu (16/8/2026) hari ini melansir beritajakarta.id.
Bantuan tersebut nantinya akan diberikan secara langsung ke beberapa kota dan kabupaten. Saat ini, Pemprov DKI tengah memetakan kebutuhan bantuan masyarakat setempat.
“Nanti untuk yang di NTT, di Maumere, dan sebagainya kami sedang mempelajari mana-mana yang kemudian Pemerintah DKI Jakarta bisa ikut andil untuk memberikan bantuan,” jelasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, gempa bumi magnitudo 7,7 terjadi di Nagekeo, Flores Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8). Bencana ini menyebabkan lebih dari 5.000 jiwa mengungsi. Bencana ini turut menelan 47 korban jiwa (laporan sementara) dan memicu kerusakan bangunan.
Berdasarkan data BNPB, pengungsi terbesar di NTT saat ini berada di Kabupaten Sikka dengan total sebanyak 3.356 jiwa. Sedangkan di Kabupaten Manggarai, jumlah pengungsi mencapai 2.078 jiwa.
Sementara itu, Pemprov Jatim melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim memberangkatkan sejumlah personel Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi kejadian, Minggu (16/8/2026) pagi tadi.

“Sebagaimana arahan Ibu Gubernur, sebagai sikap Jawa Timur atas kejadian gempa yang menimpa saudara kita di NTT, kita akan memberangkatkan tujuh orang ke lokasi kejadian, dengan spesifikasi pencarian pertolongan. Rencananya, mereka akan berangkat besok pagi,” ujar Kalaksa BPBD Jatim, Gatot Soebroto dalam keterangan tertulisnya, Minggu (16/8/2026) hari ini.
Selain membantu penanganan bencana di lokasi kejadian, Tim BPBD Jatim akan melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat dan melakukan assessment terhadap kebutuhan bantuan yang mendesak bagi para korban.
Guna mengantisipasi gangguan dampak komunikasi di wilayah terdampak, Tim BPBD Jatim juga melengkapi sarana prasarana tim dengan peralatan komunikasi beserta dukungan jaringannya, guna memastikan kelancaran koordinasi dan pertukaran informasi antara posko dan tim di lapangan.
“Kami juga telah berkoordinasi dengan anggota Mitra Praja Utama (MPU) yang berjumlah 9 provinsi untuk membantu penanganan dampak gempa yang terjadi disana,” imbuh Kalaksa Gatot Soebroto. (red)















