U

DPRD Kota Malang Nilai Target  Pertumbuhan Ekonomi  Realistis

SekarangAja, MALANG – Target pertumbuhan ekonomi nasional  hingga akhir 2026 dinilai masih realistis untuk dicapai. Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita SS melihat capaian pertumbuhan ekonomi pada triwulan pertama yang telah mencapai 5,61 persen menjadi modal positif untuk mengejar target tersebut.

Hal itu disampaikan Mia, sapaan akrab Amithya Ratnanggani Sirraduhita SS, usai rapat paripurna mendengarkan pidato kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD RI, Jumat (14/8/2026) hari ini.

Menurutnya, capaian 5,61 persen pada triwulan pertama yang disampaikan Presiden Prabowo menunjukkan perekonomian nasional masih berada dalam tren yang cukup baik.

Oleh marena itu, target enam persen pada penghujung tahun bukan sesuatu yang mustahil, sepanjang tidak ada gejolak yang berpotensi menghambat pertumbuhan.

“Ketika melihat triwulan pertama sudah tercapai 5,61 persen, kami berharap tidak ada kondisi atau faktor-faktor lain yang kemudian menghantam. Sehingga masih bisa mulus sesuai dengan prediksi beliau bisa mencapai enam persen,” ujarnya.

Meski demikian, Mia mengingatkan pertumbuhan ekonomi tidak semestinya hanya diukur melalui capaian angka makro. Lebih dari itu, dampaknya harus dapat dirasakan langsung masyarakat. Salah satu tolok ukurnya adalah kemampuan daya beli masyarakat yang tetap terjaga.

“Pastinya nanti kami juga bisa melihat dari daya beli masyarakat, kemudian seberapa baik program-program kita bisa dirasakan masyarakat. Yang paling penting daya beli dan lain-lain,” kata Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang ini.

Di tingkat daerah, DPRD Kota Malang menyatakan siap mendukung berbagai kebijakan pemerintah pusat yang dapat diimplementasikan melalui kewenangan pemerintah daerah. Dukungan tersebut dinilai penting agar program nasional tidak berhenti pada kebijakan di tingkat pusat, tetapi dapat memberikan manfaat hingga masyarakat di daerah.

“Beliau sudah menyampaikan beberapa laporan program dan kebijakan yang sudah terlaksana. Kami berharap itu kemudian bisa kita fasilitasi di pemerintahan daerah, artinya mendukung secara struktural sesuai dengan kewenangan kami,” jelasnya.

Selain pertumbuhan ekonomi, Mia menyebut DPRD Kota Malang masih mencermati berbagai persoalan masyarakat selama enam bulan pertama 2026. Sektor pendidikan, kesehatan, pelayanan publik hingga perekonomian menjadi sejumlah bidang yang mendapat perhatian legislatif.

Ia menegaskan, capaian pembangunan pada akhirnya harus bermuara pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Oleh karenanya, pihaknya di DPRD akan terus mendorong penyelesaian berbagai persoalan tersebut selama masa jabatan berjalan.

“Kami berharap bisa menyelesaikan hal-hal tersebut selama beberapa waktu masa jabatan kami dan kemudian bisa menjadikan Kota Malang lebih baik dan masyarakat merasakan dampaknya,” tutur wakil rakyat dari Dapil Kedungkandang ini.

Sementara itu, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyambut positif capaian yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam pidato kenegaraan. Menurutnya, kinerja ekonomi dan ketahanan pangan nasional menjadi modal penting yang diharapkan turut memberikan efek positif bagi daerah.

“Alhamdulillah, mudah-mudahan apa yang sudah menjadi harapan kita bersama dengan data-data yang disampaikan Bapak Presiden tadi bisa menjadikan negara kita sejahtera. Dan ini juga akan berdampak tentunya ke Kota Malang,” kata Wali Kota Wahyu.

Sementara itu Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya yang disiarkan di DPRD Kota Malang menegaskan bahwa perekonomian Indonesia tetap menunjukkan ketahanan yang kuat di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Pertumbuhan ekonomi tetap terjaga, inflasi terkendali, sementara Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terus bekerja untuk melindungi daya beli masyarakat sekaligus menjaga disiplin fiskal.

“Kita memasuki tahun 2026 dalam keadaan dunia yang tidak menentu, yang tidak mudah. Harga energi di seluruh dunia meningkat karena perang, suku bunga global tinggi dan bisa naik, nilai tukar berbagai negara tertekan, dan ketegangan geopolitik mengganggu perdagangan dunia,”  kata  Presiden Prabowo.

Meski demikian, Kepala Negara menyampaikan bahwa ekonomi Indonesia tetap mampu berdiri kokoh. Pada semester pertama 2026, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat sebagai yang tertinggi dalam 13 tahun terakhir, dengan inflasi yang tetap terkendali dan permintaan domestik yang kuat.

Lebih lanjut, Presiden juga menyoroti kinerja APBN hingga akhir Juli 2026. Pendapatan negara tumbuh 21,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sementara belanja negara meningkat 18,2 persen dan diarahkan untuk menjaga daya beli rakyat, memperkuat pelayanan publik, serta menggerakkan perekonomian.

Di tengah peningkatan belanja tersebut, defisit APBN tetap terjaga pada level 0,91 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Menurut Presiden, kondisi tersebut menunjukkan bahwa keberpihakan kepada masyarakat dapat berjalan beriringan dengan pengelolaan fiskal yang disiplin.

“Kita tidak memilih antara pertumbuhan dan kehati-hatian. Kita memilih kedua-duanya. Kita tidak memilih antara membantu rakyat dan menjaga APBN. Kita melakukan keduanya,” tegas Presiden Prabowo.(inforial/red)

Matangkan Operasional LRT Velodrome-Manggarai

Sekarang

DPRD Kota Malang Nilai Target  Pertumbuhan Ekonomi  Realistis

Sekarang

DPRD Kota Malang Dorong Produk Lokal Jadi Penggerak Ekonomi

Sekarang

Matangkan Operasional LRT Velodrome-Manggarai

Sekarang