Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq Resmikan Laboratorium Pondok Pesantren Bumi Cendekia Sleman
SekarangAja, YOGYAKARTA– Program Revitalisasi Satuan Pendidikan tidak hanya berorientasi pada pembangunan sarana dan prasarana fisik. Namun juga menghadirkan lingkungan belajar yang mampu membentuk karakter, nalar kritis, serta kepedulian sosial peserta didik.
Wamen Fajar menyampaikan revitalisasi infrastruktur pendidikan merupakan mandat prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan anak-anak di seluruh pelosok Indonesia, baik di pesantren, sekolah negeri, maupun swasta hingga wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), mendapatkan hak dan fasilitas belajar yang setara.
“Laboratorium IPA dan TIK ini diserahkan agar para santri memiliki ruang untuk mempraktikkan ilmu dan menguji teori. Namun, laboratorium yang sesungguhnya yakni masyarakat adalah laboratorium sosial untuk melatih kepekaan, keharmonisan, dan komunikasi adik-adik sekalian,” tegas Wamen Fajar di hadapan para santri dan pengasuh pesantren.
Kehadiran Laboratorium IPA dan TIK ini melengkapi model pendidikan progresif yang diusung oleh Pesantren Bumi Cendekia. Pengasuh Pondok Pesantren Bumi Cendekia, Tuan Guru Hairus Salim H.S, menyambut baik dukungan konkret pemerintah tersebut. Menurutnya, fasilitas baru ini menjadi pendorong utama bagi para santri yang berasal dari berbagai penjuru Nusantara,mulai dari Papua hingga Sumatra, untuk menguasai sains dan teknologi tanpa kehilangan akar keilmuan agama.
“Pesantren kami dikelola secara kolegial dan bertekad menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, serta bebas dari perundungan (zero bullying) dan kekerasan. Bantuan Laboratorium TIK dan IPA dari Kemendikdasmen ini merupakan wujud sinergi erat antara pemerintah dan lembaga pendidikan swasta untuk melahirkan generasi yang tidak hanya beriman, tetapi juga berwawasan luas dan ‘cendekia’ sesuai nama pesantren ini,” kata Tuan Guru Hairus Salim H.S. (red)















