U

Menghayati Pekan Laudato Si’, OMK Ngilngof Maluku Tenggara  Nobar dan Refleksi Film Pesta Babi

SekarangAja, NGILNGOF- Nonton bareng (nobar) dan refleksi film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita yang digelar  Orang Muda Katolik (OMK) Stasi St. Maria Ngilngof Kabupaten Maluku Tenggara, Rabu (20/5/2026) lalu di Balai Ohoi Ngilngof disambut antusias.

Kegiatan ini bagian dari rangkaian Pekan Laudato Si’.  Gelaran tersebut berhasil menarik perhatian masyarakat, khususnya kaum muda, dengan tingkat partisipasi yang cukup tinggi dari warga Ohoi Ngilngof dan sekitarnya.

Sejak sebelum kegiatan dimulai, masyarakat tampak mulai memenuhi lokasi acara. Kehadiran peserta dari berbagai kalangan menunjukkan besarnya perhatian masyarakat terhadap isu-isu kemanusiaan, lingkungan hidup, dan perjuangan masyarakat adat yang diangkat dalam film dokumenter tersebut.

Film Pesta Babi mengisahkan pergulatan masyarakat adat Papua dalam menghadapi ekspansi investasi skala besar yang berdampak pada hilangnya tanah adat, rusaknya hutan, dan terancamnya identitas budaya masyarakat lokal. Film ini menjadi media refleksi yang kuat bagi peserta untuk melihat kembali relasi manusia dengan tanah, alam, dan kehidupan sosial.

sekarangaja

Kegiatan nobar ini semakin bermakna dengan hadirnya RP Anselmus Amo, MSC sebagai narasumber refleksi. Dalam penyampaiannya, Romo Anselmus membagikan pengalaman pendampingannya terhadap masyarakat adat Papua Selatan ketika menjabat sebagai Direktur Sekretariat Keadilan dan Perdamaian Keuskupan Agung Merauke periode 2014–2021.

Ia menegaskan bahwa persoalan yang dihadapi masyarakat adat bukan semata-mata persoalan ekonomi, melainkan juga menyangkut martabat manusia, identitas budaya, dan hak hidup masyarakat lokal. Menurutnya, tanah bagi masyarakat adat bukan sekadar aset atau komoditas, tetapi bagian dari kehidupan yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah dan spiritualitas mereka.

“Tanah adalah mama, tanah adalah identitas, dan tanah adalah masa depan generasi,” ungkapnya dalam sesi refleksi yang disambut serius oleh peserta yang hadir.

Dalam refleksinya, RP Anselmus juga mengajak Orang Muda Katolik agar  tidak menjadi generasi yang apatis terhadap persoalan sosial dan lingkungan. Ia menekankan bahwa iman Katolik tidak hanya diwujudkan melalui doa, tetapi juga melalui keberpihakan terhadap keadilan, kepedulian terhadap sesama, serta keberanian menjaga ciptaan Tuhan.

Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh perhatian. Para peserta tampak mengikuti jalannya pemutaran film dan sesi refleksi dengan serius. Beberapa peserta bahkan turut menyampaikan pandangan dan pengalaman mereka terkait pentingnya menjaga tanah adat, budaya lokal, serta solidaritas sosial di tengah perkembangan zaman.

Panitia kegiatan menyampaikan rasa syukur atas kelancaran acara dan tingginya partisipasi masyarakat. Menurut panitia, kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang hiburan dan refleksi bersama, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi kaum muda untuk semakin peduli terhadap persoalan lingkungan hidup, masyarakat adat, dan nilai-nilai kemanusiaan.

Melalui kegiatan ini, OMK Stasi St Maria Ngilngof berharap semangat Laudato Si’ dapat semakin hidup di tengah masyarakat, khususnya dalam mendorong generasi muda agar lebih mencintai lingkungan, menghormati budaya lokal, serta membangun kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari. (red)

Ini Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini

Sekarang

Sudah saatnya Indonesia Kiblat Ekonomi Syariah Dunia

Sekarang

Ini Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini

Sekarang