Menag Minta Bahas Isu Ekoteologi saat Indonesia Tuan Rumah KTT Pakar Khonghucu Tiongkok-ASEAN
SekarangAja, JAKARTA– Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-5 Pakar Khonghucu Indonesia-Tiongkok dijadwalkan digelar di Jakarta 6–10 Oktober 2026 mendatang.
Konferensi yang digelar Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) itu mengusung tema besar “Budaya Konfusianisme dan Kehidupan Modern.” Perhelatan internasional ini berfokus pada kontribusi nilai-nilai tradisi dalam menjawab tantangan serta dinamika masyarakat era modern.
Itu disampaikan Ketua Umum MATAKIN, Budi Santoso Tanuwibowo, saat bertemu Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar di kantor pusat Kementerian Agama, Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, MATAKIN mengundang Menag Nasaruddin Umar untuk membuka perhelatan akbar tersebut pada 8 Oktober.
“Perhelatan ini merupakan KTT ke-5, di mana sebelumnya perhelatan KTT ke-4 sukses diselenggarakan di Bangkok, Thailand. Tahun ini Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah, dan kami mengangkat fokus pembahasan mengenai implementasi budaya Konfusianisme dalam merespons tantangan kehidupan modern,” kata Budi.
Lebih lanjut Budi menjelaskan, perhelatan ini dirancang untuk memadukan forum ilmiah akademis dengan diplomasi kebudayaan. Selama lima hari penyelenggaraan, para delegasi internasional akan mengikuti berbagai agenda, mulai dari diskusi pakar hingga kunjungan budaya ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Dorong Isu Ekoteologi dan Panduan Ekologi Khonghucu
Menteri Agama Nasaruddin Umar menyambut baik dan memberikan apresiasi atas inisiatif MATAKIN. Menag Nasaruddin Umar menegaskan bahwa forum yang membahas budaya Konfusianisme dan kehidupan modern ini sangat relevan dengan upaya memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dan peradaban global saat ini.
Secara khusus, Menag Nasaruddin Umar memberikan masukan strategis agar KTT tersebut turut mengarusutamakan pembahasan mengenai ekoteologi dari perspektif Khonghucu. Menag Nasaruddin Umar menekankan bahwa ekoteologi, yakni penguatan kesadaran lingkungan berbasis nilai keagamaan, merupakan salah satu program prioritas (Asta Protas) Kementerian Agama.
Bahkan, Menag Nasaruddin Umar mendorong Ketua Umum MATAKIN dan para pakar Khonghucu untuk memelopori penyusunan buku panduan atau literatur khusus yang memuat pandangan serta ajaran ekologi dalam perspektif Khonghucu.
“Sangat penting bagi kita untuk mengeksplorasi bagaimana nilai-nilai keagamaan memberikan landasan moral dalam menjaga alam. Isu ekoteologi ini sejalan dengan Asta Protas Kemenag. Kita berharap dari perhelatan ini lahir gagasan konkret, bahkan sebuah buku panduan ekologi Khonghucu yang bisa menjadi pegangan dan inspirasi bagi masyarakat luas,” tegas Menag Nasaruddin Umar.
Kearifan Alam dalam Ajaran Khonghucu
Budi merespons positif masukan Menag Nasaruddin Umar. Ia memastikan pihaknya akan memasukkan sub-topik ekoteologi ke dalam agenda pembahasan KTT serta siap merealisasikan penyusunan buku panduan ekologi tersebut.
Ia menjelaskan bahwa ajaran Khonghucu pada dasarnya telah memiliki aturan dan etika lingkungan yang sangat terperinci sejak ribuan tahun lalu.
“Kami sangat bersyukur dan siap menyerap masukan Bapak Menag. Sebenarnya dalam ajaran Khonghucu, aturan perlindungan alam itu sudah sangat jelas dan rinci. Mulai dari tata cara menebang pohon, waktu yang diperbolehkan untuk membersihkan hutan, hingga etika memotong hewan ternak agar tidak sewenang-wenang,” urai Budi.
Lebih lanjut, Budi mencontohkan etika memanfaatkan hasil laut dan sungai yang diatur dalam tradisi Khonghucu. “Dalam menangkap ikan pun ada aturannya, diutamakan dengan memancing, bukan dijaring secara masif. Kalaupun menggunakan jaring, ukurannya diatur agar anakan ikan tidak ikut tertangkap demi menjaga kelestarian ekosistem. Kearifan-kearifan lokal berbasis kitab suci inilah yang siap kami dokumentasikan dan bahas bersama para pakar internasional di KTT nanti,” jelasnya.
Menag Nasaruddin Umar menegaskan dukungan penuh Kementerian Agama atas agenda KTT Pakar Khonghucu Tiongkok-ASEAN tersebut. Ia juga menyatakan komitmennya untuk mengusahakan hadir secara langsung untuk membuka perhelatan internasional tersebut pada 8 Oktober mendatang.
“Kementerian Agama memberikan dukungan penuh untuk kesuksesan perhelatan internasional ini. Insya Allah, saya akan mengusahakan hadir langsung untuk menyapa para peserta dan membuka forum KTT Pakar Khonghucu Tiongkok-ASEAN ini,” kata Menag Nasaruddin Umar. (red)
- Arti Ekoteologi
- Budi Santoso Tanuwibowo
- Definisi Ekoteologi
- Indonesia Tuan Rumah KTT Pakar Khonghucu Tiongkok-ASEAN
- Ketua Umum MATAKIN Budi Santoso Tanuwibowo
- KTT Pakar Khonghucu Tiongkok-ASEAN
- Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia
- MATAKIN KTT Pakar Khonghucu Tiongkok-ASEAN
- Menag Minta Bahas Isu Ekoteologi saat Indonesia Tuan Rumah KTT Pakar Khonghucu Tiongkok-ASEAN
- Menag Nasaruddin Umar
- Menteri Agama Nasaruddin Umar
- Panduan Ekoteologi
- Tentang ekoteologi















