Kolaborasi WKRI, UKWK dan FKAUB Cegah Kekerasan Anak dan Kekerasan Seksual

KOTA MALANG Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Keuskupan Malang, Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual Universitas Katolik Widya Karya (UKWK) Malang  bersama Forum Kerukunan Antar Umat Beragama (FKAUB) Kota Malang mengadakan Diskusi Perlindungan Anak dan Kekerasan Seksual di Aula Unika Widya Karya Malang, Jumat (5/7/2024) hari ini.

Diskusi ini merupakan respons terhadap keresahan bersama atas kejadian kekerasan seksual dan anak yang meningkatkan di tengah masyarakat saat ini. Penanganan  masalah ini membutuhkan sinergi banyak pihak. Tujuannya  guna memberikan perlindungan dan penanganan yang terbaik bagi para korban, bahkan dapat mencegah kejadian tersebut terjadi di tengah kehidupan masyarakat.

Penyelenggara diskusi mendatangkan Sekretariat Gender dan Pemberdayaan Perempuan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) dr Iskandar Leman  sebagai narasumber yang memberikan wawasan serta panduan bagaimana menangani perlindungan anak dan kekerasan seksual serta pencegahannya. Para peserta yang berasal dari berbagai elemen organisasi serta para mahasiswa  antusias yang tinggi terhadap upaya melakukan proses pendampingan terhadap korban dan upaya pencegahannya. Antusiasme tersebut disambut dengan ajakan untuk studi kasus pada contoh-contoh kejadian kekerasan seksual dan hal-hal yang sifatnya tidak memberikan perlindungan terhadap anak.

Ketua Presidium WKRI Keuskupan Malang Kristina Tri Mulyani mengatakan, perlindungan anak merupakan usaha dan kegiatan seluruh lapisan masyarakat dalam berbagai kedudukan dan peranan yang menyadari betul pentingnya anak bagi nusa bangsa sebagai generasi penerus. Sejalan dengan harapan tersebut,

Sementara itu Wakil Rektor Unika Widya Karya Malang Romo Eko Putranto O.Carm  mengharapkan agar wawasan tentang perlindungan anak dan kekerasan seksual perlu disosialisasikan lebih luas lagi dengan kerjasama berbagai elemen yang terlibat secara langsung maupun secara tidak langsung. Terutama lembaga-lembaga pendidikan yang saat ini dituntut untuk lebih serius tentang isu ini karena keterkaitannya dalam membina dan mengembangkan generasi muda yang akan menjadi pemimpin masa depan bangsa. (red)