U

Kesiapan Digital Jadi Kunci UMKM Tradisional Mengadopsi Kecerdasan Buatan

Oleh Santi Widyaningrum*)

Transformasi digital kini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Di tengah persaingan usaha yang semakin cepat, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mulai dipandang sebagai alat bantu yang dapat meningkatkan efisiensi, memperbaiki layanan pelanggan, dan memperkuat pengambilan keputusan bisnis.

Namun, bagi banyak UMKM tradisional, AI masih terasa jauh. Sebagian pelaku usaha masih menghadapi keterbatasan perangkat digital, akses internet, kemampuan menggunakan teknologi, hingga keraguan apakah teknologi tersebut benar-benar bermanfaat bagi usaha mereka.

Kondisi inilah yang mendorong penelitian berjudul Digital Readiness and Artificial Intelligence Adoption in Traditional MSMEs: An Extended Technology Acceptance Model Approach. Penelitian ini dilakukan oleh Santi Widyaningrum bersama tim dari Universitas Ma Chung, Malang, dengan melibatkan 334 pemilik dan pengelola UMKM tradisional di Malang, Jawa Timur.

Penelitian ini menggunakan pendekatan Technology Acceptance Model (TAM), yaitu model yang menjelaskan bahwa seseorang akan lebih mudah menerima teknologi ketika teknologi tersebut dinilai bermanfaat dan mudah digunakan. Dalam penelitian ini, TAM diperluas dengan memasukkan faktor kesiapan digital atau digital readiness sebagai dasar penting sebelum UMKM berniat menggunakan AI.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan digital berpengaruh positif terhadap persepsi manfaat dan kemudahan penggunaan AI. Artinya, UMKM yang sudah terbiasa memakai perangkat digital, memiliki akses internet yang memadai, serta memiliki kemauan belajar teknologi, akan lebih mudah melihat AI sebagai sesuatu yang berguna dan tidak terlalu sulit digunakan.

Temuan lain yang penting adalah bahwa persepsi manfaat menjadi faktor paling kuat dalam mendorong niat UMKM untuk mengadopsi AI. Pelaku UMKM tidak cukup hanya diberi pelatihan teknologi, tetapi juga perlu diyakinkan bahwa AI dapat membantu menyelesaikan persoalan nyata dalam usaha, seperti membuat promosi lebih tepat sasaran, membaca kebutuhan pelanggan, mengelola stok, atau mempercepat layanan.

Dengan kata lain, kesiapan digital saja belum cukup. UMKM perlu memahami nilai praktis AI bagi keberlangsungan usahanya. Teknologi yang canggih akan sulit diterima apabila pelaku usaha tidak melihat manfaat langsungnya dalam meningkatkan pendapatan, efisiensi, atau daya saing.

Bagi pemerintah dan lembaga pendamping UMKM, hasil penelitian ini menjadi masukan penting. Program digitalisasi sebaiknya tidak berhenti pada penyediaan pelatihan umum atau pengenalan aplikasi. Pendampingan perlu dibuat lebih sederhana, kontekstual, dan dekat dengan kebutuhan sehari-hari pelaku UMKM.

Perguruan tinggi, pemerintah, komunitas bisnis, dan penyedia teknologi juga dapat berkolaborasi untuk menghadirkan contoh penggunaan AI yang mudah dipahami. Misalnya, penggunaan AI untuk membuat konten promosi, merancang deskripsi produk, menganalisis tren pembeli, atau membantu pelayanan pelanggan secara lebih cepat.

AI tidak harus selalu dipahami sebagai teknologi yang mahal dan rumit. Bagi UMKM tradisional, langkah awal yang paling penting adalah membangun keberanian untuk mencoba, meningkatkan literasi digital, dan melihat teknologi sebagai alat bantu untuk bertumbuh.

Penelitian ini menegaskan bahwa masa depan UMKM tidak hanya ditentukan oleh akses terhadap teknologi, tetapi juga oleh kemampuan menerjemahkan teknologi menjadi manfaat nyata. Ketika kesiapan digital bertemu dengan pemahaman manfaat dan kemudahan penggunaan, AI dapat menjadi jalan baru bagi UMKM tradisional untuk naik kelas.

Dengan dukungan ekosistem yang tepat, UMKM tradisional di Malang dan berbagai daerah lain di Indonesia memiliki peluang besar untuk bertransformasi secara lebih inklusif, adaptif, dan berkelanjutan. ***

Tentang Santi Widyaningrum

Dosen Universitas Ma Chung,

Mahasiswa S3 Ilmu Manajemen Universitas Negeri Malang (UM).

BRI Jazz Gunung Series 2026 Segera Digelar

Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini

Sekarang

Kesiapan Digital Jadi Kunci UMKM Tradisional Mengadopsi Kecerdasan Buatan

Minum Air Ingat Sumbernya

BRI Jazz Gunung Series 2026 Segera Digelar

Besok