U

Gapura Kromengan Salah Satu Gapura Desa Megah di Malang Hasil Swadaya Warga

SekarangAja, MALANGSikap warga Desa Kromengan Kabupaten Malang ini bisa jadi inspirasi. Mereka gotong royong membangun gapura  desa megah. Gapura itu dibangun dengan total anggaran Rp 200 juta.

Gapura desa yang dibangun secara swadaya itu merupakan simbol perbatasan antara Desa Kromengan dan Desa Ngadirejo. Proses pembangunan sekitar dua bulan.

Kini bangunan gapura itu berdiri megah menjadi salah satu ikon Desa Kromengan.  Bupati Malang HM Sanusi mengapresiasi gotong royong warga Desa Kromengan membangun gapura.

‘’Saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat Desa Kromengan serta semua pihak yang telah berinisiatif dan bergotong royong dalam pembangunan gapura perbatasan ini. Pembangunan ini memiliki makna yang lebih besar daripada sekadar mendirikan sebuah bangunan fisik,” puji Bupati Sanusi saat meresmikan Gapura Desa Kromengan belum lama ini.

Gapura merupakan penanda wilayah, identitas desa, sekaligus simbol tertib administrasi dan kejelasan batas antardesa. Namun, yang jauh lebih penting, pembangunan ini menjadi bukti nyata bahwa semangat kebersamaan dan gotong royong masih tumbuh kuat di tengah-tengah masyarakat.

Bupati Malang Sanusi memberikan apresiasi karena pembangunan gapura ini merupakan hasil swadaya dan partisipasi masyarakat. Ia menilai, inilah kekuatan yang sesungguhnya dari desa. Yaitu masyarakatnya memiliki kepedulian, rasa memiliki, dan kemauan untuk bersama-sama membangun lingkungannya. Sebab  perbatasan wilayah bukanlah batas untuk memisahkan persaudaraan. Sebaliknya, keberadaan tugu ini harus menjadi simbol hubungan yang harmonis antara Desa Kromengan dan Desa Ngadirejo.

”Batas wilayah boleh berbeda, tetapi semangat membangun harus tetap menyatu. Administrasi boleh memiliki wilayah masing-masing, tetapi kepedulian terhadap kemajuan Kecamatan Kromengan dan Kabupaten Malang harus terus kita kuatkan bersama. Oleh karena itu, saya berharap keberadaan tugu perbatasan ini dapat memberikan manfaat nyata, terutama dalam menciptakan kepastian batas wilayah, mendukung tertib administrasi pemerintahan, serta memperkuat rasa aman, nyaman, dan harmonis bagi masyarakat kedua desa,” katanya.

Bupati Sanusi  mengajak masyarakat agar momentum ini sebagai pengingat bahwa pembangunan Kabupaten Malang harus dimulai dari desa.

Desa yang tertata, masyarakat yang guyub rukun, serta pemerintahan yang berjalan dengan baik akan menjadi fondasi kuat bagi terwujudnya Kabupaten Malang yang semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing. Kepada seluruh masyarakat Desa Kromengan dan Desa Ngadirejo, Bupati Sanusi berpesan agar semangat gotong royong seperti ini terus dipelihara.

”Jangan sampai pembangunan berhenti pada hari ini. Teruslah berinovasi, menjaga kerukunan, dan bergandengan tangan dalam menyelesaikan berbagai persoalan serta membangun masa depan desa yang lebih baik. Semoga keberadaan tugu ini menjadi penanda batas wilayah yang jelas, sekaligus menjadi simbol eratnya persaudaraan, kebersamaan, dan semangat gotong royong masyarakat,”  katanya. (red)  

Sekarang

Wamenpar Ni Luh Puspa Dorong Pariwisata Aceh Berkelanjutan

Sekarang

Mengenal mpq: Band Eklektik yang Tumbuh dari Skena Kampus Jakarta

Sekarang