Ini Sistem Deteksi Dini dan Penjaga Keamanan Canggih Bus Transjatim
SekarangAja, MALANG– Kehadiran moda transportasi massal kini bukan lagi sekadar soal ketepatan waktu, melainkan telah bertransformasi ke teknologi keamanan canggih. Bus Transjatim Koridor II Malang Raya rute Kepanjen-Kota Malang dirancang dengan aspek keamanan dan mitigasi darurat berlapis.
Sebanyak 15 unit bus yang beroperasi pada koridor tersebut digarap Karoseri Tentrem, Jalan Perusahaan, Karanglo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.
Direktur Karoseri Tentrem, Yohan Wahyudi, menegaskan bahwa bus Transjatim telah mengacu pada standar keselamatan publik melalui adopsi teknologi sensor canggih.
“Ini bus yang pintar dan canggih,” ujar Yohan memaparkan spesifikasi armada bus Transjatim.
Ia menguraikan armada berdimensi panjang 7,5 meter dengan tinggi 3,4 meter ini tampak kokoh mengusung model low entry (pintu rendah) yang ramah bagi kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas yang difasilitasi akses pijakan kursi roda di bagian belakang.
“Di belakang itu ada kursi roda bisa naik, jadi ramah disabilitas,” kata Yohan.
Selain itu, keunggulan krusial dari bus Transjatim ini terletak pada sistem pengamanan otomatis (smart bus) yang ditanamkan untuk meminimalisir risiko kecelakaan maupun kelalaian manusia (human error). Jika pengemudi mulai menunjukkan kelelahan, sistem tidak tinggal diam.
“Drivernya mengantuk, ada alarm. Drivernya merokok, ada alarm,” ungkap Yohan.
Pengawasan ketat ini terhubung ke sistem Dishub Provinsi Jawa Timur untuk memastikan konsentrasi awak bus Transjatim agar tetap terjaga demi keselamatan puluhan nyawa di dalamnya.
“Bentuk dan model semuanya dari kami. Cuma kalau tempat duduknya ini semua permintaan dari provinsi. Penumpangnya ini bisa sampai 28 orang. Kursinya 18,” lanjut Yohan.
Tak hanya itu, perlindungan terhadap ancaman fatal seperti kebakaran juga disokong teknologi otomatis. Bus Transjatim memiliki sensor pemadam api otomatis.
Apabila sewaktu-waktu terjadi percikan api atau tanda-tanda kebakaran di area bus, sistem akan bereaksi seketika dengan menyemprotkan cairan pemadam tanpa harus menunggu intervensi manual.
“Sensornya ada pemadam api otomatis. Jadi kalau ada kebakaran, langsung nyemprot sendiri. Kemudian pintunya sendiri kalau ada penumpang yang terjepit, pintunya buka otomatis, ” urai Yohan.
Pria berkacamata tersebut menambahkan, teknologi canggih tersebut diperkuat dengan kesiapan para pramuraga yang telah menjalani pelatihan sebelum bus-bus Transjatim ini resmi mengaspal melayani masyarakat.
“Training sudah kami lakukan. Sehingga nanti amit-amit dalam keadaan darurat, mereka (pramugara) bisa membantu penumpang untuk keluar dengan selamat,” tandasnya.
Untuk diketahui, bus Transjatim Koridor anyar ini akan melintasi wilayah Kabupaten Malang hingga Kota Malang dengan rute Terminal Talangagung di Kepanjen – Gondanglegi – Bululawang – Terminal Hamid Rusdi – Terminal Madyopuro di Kota Malang.
Tarif pelayanan dalam dua kategori yakni Rp 5.000 untuk umum dan Rp 2.500 untuk mahasiswa, pelajar, maupun santri. (red)















