Begini Upaya MTs Nurul Huda Babatan Ngajum Ciptakan Kemandirian Siswa, Rutinkan Selawat Jibril dan Rintis Program Wirausaha
SekarangAja, MALANG– Madrasah Tsanawiyah (MTs) Nurul Huda Ngajum Kabupaten Malang berkomitmen mencetak generasi muda yang tak hanya unggul secara spiritual dan keagamaan. Namun MTs yang terletak di Dusun Babatan, Kecamatan Ngajum ini juga berkomitmen mewujudkan peserta didik yang mandiri dan berjiwa wirausaha.
Hal itu ditegaskan Kepala MTs Nurul Huda Babatan, HM Rosid MPd. Ia menjelaskan, madrasah yang dipimpinnya menerapkan metode pembelajaran berbasis pembiasaan karakter sejak dini. Setiap pagi, tepat pukul 06.30 WIB, seluruh siswa yang kini berjumlah 88 anak diwajibkan mengikuti rangkaian ibadah mulai dari salat duha hingga pembacaan Selawat Jibril sebanyak 3.000 kali.
”Pembacaan selawat ini kami bagi peruntukannya. Sebanyak 1.000 kali diniatkan untuk mendoakan kedua orang tua siswa, 1.000 kali untuk keberkahan madrasah, dan 1.000 kali sisanya ditujukan untuk diri siswa sendiri agar mereka senantiasa diberikan kelancaran dan keberuntungan dalam setiap hal kebaikan,” jelas HM Rosid.
Tidak hanya itu, madrasah ini juga menaruh perhatian besar terhadap penuntasan buta aksara Al-Qur’an dan penguatan dasar kitab kuning. Menariknya program keagamaan ini sengaja diletakkan pada awal jam pelajaran, yakni pukul 06.30 hinga 08 30 WIB. Pihak madrasah memetakan kemampuan siswa ke dalam beberapa kelas khusus, mulai dari kelas tahfiz, kelas kitab, hingga kelas Iqra bagi siswa lulusan SD yang belum bisa mengaji sama sekali.
”Kami sengaja menaruh pembelajaran Al-Qur’an dan kitab di pagi hari karena kondisi fisik dan fokus anak-anak masih prima. Berdasarkan evaluasi sebelumnya, jika ditaruh di tengah atau akhir hari, anak-anak cenderung sudah lelah dan hasilnya kurang efektif,” jelasnya.
Di sisi lain, guna membekali masa depan siswa agar tidak gagap saat terjun ke masyarakat, MTs Nurul Huda mulai merintis program kewirausahaan. Madrasah aktif membangun jejaring dengan para pelaku usaha guna melatih kemandirian ekonomi siswa sejak dini. Salah satu langkah nyatanya adalah kolaborasi dengan dunia usaha melalui program beasiswa inden yang didukung oleh PT Literindo Berkat Karya dan CV Mitra Mas Teknik.
Program ini ditujukan bagi siswa kelas 6 SD yang mendaftar hingga 31 Desember, berupa bantuan uang tunai, buku, hingga pendampingan TKA.
Berharap Kesetaraan Perhatian Pemerintah Daerah
Kendati terus berinovasi secara mandiri, HM Rosid tidak menampik adanya ketimpangan perhatian yang dirasakan oleh lembaga pendidikan berbasis madrasah swasta jika dibandingkan dengan sekolah umum di bawah naungan Dinas Pendidikan. Ia berharap Pemkab Malang dapat memberikan perlakuan dan perhatian yang lebih setara.
Dia mencontohkan beberapa program pemda seperti pengadaan fasilitas smartboard hingga pemberian tunjangan bagi guru non-ASN/non-sertifikasi yang dinilai belum menyentuh guru-guru madrasah swasta di wilayahnya. Begitu pula dengan program revitalisasi gedung sekolah yang anggarannya cukup besar, namun madrasah masih harus berjuang secara mandiri. Saat ini, MTs Nurul Huda sendiri tengah melanjutkan pembangunan satu unit gedung Aliyah di area belakang madrasah.
”Madrasah ini juga bagian dari warga Kabupaten Malang yang ikut mencerdaskan anak bangsa. Kami sangat berharap ke depan ada regulasi atau kebijakan dari pemerintah daerah yang bisa merangkul dan memberikan perlakuan yang sama demi kemajuan mutu pendidikan di Kabupaten Malang secara menyeluruh,” pungkasnya. (red)















