U

Wakil Bupati Malang Apresiasi  Kemandirian dan Peran Dakwah Kemanusiaan saat Menghadiri Milad ke-109 Aisyiyah

SekarangAja, MALANG- Wakil Bupati Malang Dra  Hj  Lathifah Shohib menyampaikan apresiasi atas kontribusi besar Aisyiyah yang selama lebih dari satu abad terus hadir sebagai penggerak perubahan sosial dan pemberdayaan masyarakat. Itu ditegaskan Wabup Lathifah Shohib saat menghadiri  peringatan Milad ke-109 Aisyiyah yang digelar di Gedung Kuliah Bersama (GKB) 4 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Kampus III, Sabtu (6/6/2026) hari ini.

Kegiatan yang mengusung tema “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Kedamaian” itu dihadiri Ketua Pimpinan Pusat Aisyiyah, Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Timur, jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah Malang Raya, unsur Organisasi Otonom Muhammadiyah, PC dan PR Aisyiyah se-Kabupaten Malang, serta Ikatan Guru Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA) Kabupaten Malang.

Wabup Lathifah Shohib menilai tema yang diangkat sangat relevan dengan dinamika kehidupan masyarakat saat ini. Menurutnya, dakwah di era modern tidak hanya berfokus pada penyampaian ajaran agama, tetapi juga harus mampu menghadirkan solusi nyata, menebarkan kasih sayang, serta memperkuat harmoni sosial di tengah berbagai tantangan global dan perkembangan teknologi informasi.

“Aisyiyah telah menunjukkan bahwa dakwah dapat diwujudkan melalui aksi nyata yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat, mulai dari pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi keluarga hingga perlindungan perempuan dan anak,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Wabup Lathifah Shohib mengapresiasi semangat kemandirian yang selama ini menjadi ciri khas organisasi perempuan Muhammadiyah tersebut. Ia menyoroti budaya gotong royong melalui tradisi “bantingan” yang dilakukan kader Aisyiyah untuk mendukung berbagai program organisasi.

Menurutnya, semangat kebersamaan tersebut merupakan modal sosial yang sangat berharga. Bahkan, Wabup Lathifah Shohib menyebut budaya “jimpitan” yang serupa dapat menjadi kekuatan besar dalam membangun gerakan sosial yang mandiri dan berkelanjutan. Kemandirian itu terbukti dari kemampuan Aisyiyah membangun sarana organisasi bernilai miliaran rupiah tanpa bergantung pada bantuan pemerintah.

Sebagai mitra strategis pemerintah, Aisyiyah juga terus menjalin kolaborasi dengan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Malang. Di antaranya Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Koperasi dan UMKM, serta Dinas Kesehatan. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat pembangunan sumber daya manusia sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Wabup Lathifah Shohib menegaskan bahwa perdamaian tidak lahir secara instan, melainkan harus dibangun melalui pendidikan, keteladanan, dialog, dan semangat gotong royong. Nilai-nilai itulah yang selama ini terus dijaga dan diwujudkan oleh Aisyiyah dalam pengabdiannya kepada umat, bangsa, dan kemanusiaan.

“Selama 109 tahun, Aisyiyah telah menjadi teladan dalam menghadirkan dakwah yang mencerahkan, memberdayakan, dan membawa manfaat bagi masyarakat luas. Semoga kiprah ini terus berlanjut dan semakin memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa,” katanya.

Wabup Lathifah Shohib  berharap Milad ke-109 Aisyiyah menjadi momentum untuk semakin memperkuat peran organisasi dalam dakwah kemanusiaan, pemberdayaan perempuan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ia juga berharap Aisyiyah terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan masyarakat yang maju, mandiri, dan harmonis. (red)  

Pemerintah-BI Solid Kawal Rupiah dan Fiskal

Sekarang

Ini Wilayah Indonesia yang Masuki Musim Kemarau

Sekarang

Pemerintah-BI Solid Kawal Rupiah dan Fiskal

Sekarang