U

Ini Jumlah Organ Hewan Kurban di Jaktim yang  Diafkir

SekarangAja, JAKARTASebanyak 55,7 kilogram organ hewan kurban yang tidak layak konsumsi ditemukan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur. Itu ditemukan saat melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di 232 lokasi pemotongan. Semua temuan tersebut langsung diafkir.

Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Timur Taufik Yulianto mengatakan, temuan tersebut merupakan hasil pemeriksaan yang dilakukan pada 27 dan 28 Mei 2026. “Berdasarkan hasil pemeriksaan daging kurban selama dua hari itu ditemukan sebanyak 55,7 kilogram organ hewan yang harus diafkir. Seluruhnya langsung dimusnahkan agar tidak dikonsumsi masyarakat,” katanya, Jumat (29/5/2026) melansir beritajakarta.id.

Taufik menjelaskan, organ yang diafkir terdiri dari hati seberat 39,15 kilogram, paru-paru 22,75 kilogram, jantung satu kilogram, ginjal dua kilogram serta organ lainnya sebanyak dua kilogram.

Menurutnya, organ yang tidak layak konsumsi tersebut langsung dimusnahkan dengan cara dicampur cairan pembersih lantai lalu dikubur.  “Metode ini dilakukan untuk memastikan organ tersebut tidak disalahgunakan maupun dikonsumsi masyarakat,” ungkapnya.

Ia menuturkan, selama dua hari pemeriksaan, petugas juga telah memeriksa kesehatan 6.878 ekor hewan kurban sebelum dan sesudah penyembelihan. Rinciannya, terdiri dari 1.956 ekor sapi, satu kerbau, 3.915 kambing dan 701 domba.

“Pemeriksaan melibatkan 177 personel gabungan yang terdiri dari 48 personel Dinas KPKP DKI Jakarta, 47 personel Sudin KPKP Jakarta Timur, 23 anggota Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI), 49 mahasiswa Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis IPB serta 10 anggota Pramuka Saka Taruna Bumi Jakarta Timur,” bebernya.

Taufik menambahkan, pemeriksaan hewan kurban masih akan hari ini di sejumlah lokasi, di antaranya Kantor Unit Pengelola Angkutan Sekolah (UPAS) Dinas Perhubungan DKI Jakarta di Jalan Haji Bokir bin Dji’un, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Kramat Jati; Gedung Plaza PP di Jalan TB Simatupang, Kelurahan Gedong; serta SMP Al Azhar di Jalan Dr Sumarno, Pulo Gebang.

“Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan hewan kurban yang dikurban dalam kondisi sehat dan daging yang dibagikan kepada masyarakat aman untuk dikonsumsi,” tandasnya. (red)

Sekarang