U

Wagub Rano Karno Ajak Ratusan Anak Yatim Piatu Nonton Bareng Film Pelangi di Mars

SekarangAja, JAKARTASenangnya 400 anak yatim piatu penghuni panti asuhan dan pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP). Mereka bersama Wakil Gubernur (Wagub)  DKI Jakarta, Rano Karno nonton bareng film ‘Pelangi di Mars’ di Epicentrum XXI Jalan H. R Rasuna Said, Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan Jumat (27/3/2026) hari ini.

Disela-sela sambutannya, Wagub Rano berpesan kepada 400 anak-anak yang hadir untuk terus semangat belajar guna mencapai cita-cita. “Setelah libur Idulfitri, semua harus kembali ke sekolah. Tetap semangat belajar,” pesan Wagub Rano melansir beritajakarta.id.

Ia juga mengapresiasi kepada pembuat film ‘Pelangi di Mars’, yang menurutnya telah berani menghadirkan genre baru perfilman di Indonesia. “Saya menaruh hormat kepada Upie dan teman-teman. Keberanian yang mereka tunjukkan sungguh luar biasa. Film ini mengusung genre baru dan mudah-mudahan dapat menjadi alternatif bagi anak-anak untuk menonton berbagai macam film karya anak bangsa,” katanya.

Agar film ini bisa bertahan lama di kancah perfilman Indonesia dan Jakarta, Rano meminta kepada pembuat film agar berkoordinasi dengan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) dan menyesuaikan format pemutaran di Planetarium, Taman Ismail Marzuki (TIM).

“Kunjungan Planetarium saat ini sangat luar biasa setiap harinya. Jika Anda memutar film ini di layar bioskop, mungkin hanya bertahan dua hingga tiga bulan, tetapi di Planetarium bisa ditayangkan hingga bertahun-tahun. Jadi, setelah ini silakan berdiskusi dengan pihak Jakpro untuk membicarakan teknisnya dengan baik,” ucapnya.

Wagub Rano menambahkan, pada saat Hari Bumi , 22 April mendatang, apabila nanti film dengan format ini bisa diputar di Planetarium, tentunya akan menjadi tontonan yang sangat menarik dan mengedukasi pengunjung.

“Sekali lagi, selamat kepada Upie dan teman-teman atas karyanya. Mudah-mudahan sumbangsih anda dapat mengisi jiwa anak-anak dengan hal positif,” bebernya.

Sutrada Film Pelangi di Mars, Upie Guava menjelaskan, film ini dibuat karena merasa bahwa kategori film anak dan keluarga (kids and family movie) masih sangat terbatas di Indonesia.

“Sebagai pembuat film, kami merasa harus memberikan alternatif agar anak-anak Indonesia memiliki pilihan untuk menonton film karya bangsa sendiri. Hal ini dikarenakan anak-anak juga berhak mendapatkan tontonan yang ramah anak dan inspiratif,” jelasnya.

Upie menyebut, film yang bercerita tentang menjaga bumi, persahabatan, menerima kekurangan diri, dan saling menghargai kekurangan satu sama lain ini, diharapkan bisa membuat anak-anak membayangkan berbagai kemungkinan yang akan terjadi di masa depan.

“Melalui gambaran film dengan genre baru melalui fiksi ilmiah tersebut, adik-adik dapat merefleksikan dirinya masing-masing mengenai cita-cita atau ingin menjadi apa di masa depan nanti. Serta saya minta adik-adik yang sudah menonton hari ini dapat memberitahukan kepada teman-teman yang lain agar mereka juga ikut menonton,” tandasnya. (red)

Sekarang

Pemkot Surabaya Terbitkan SE Kendalikan Urbanisasi 2026

Sekarang