25 Maret Hari Ini HUT ke 112 DPRD Kota Malang, Begini Refleksi Ketua Dewan
SekarangAja, MALANG- HUT ke 112 DPRD Kota Malang, Rabu (25/3/2026) hari ini. Peringatannya baru diadakan pekan depan. Namun demikian tanpa ada kegiatan meriah. Termasuk tak ada program hambur-hamburkan uang
Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita SS, menjelaskan peringatan HUT Ke 112 DPRD Kota Malang dijadikan momen refleksi. “Kami internal saja. Kegiatan kami adakan di dewan untuk refleksi dan evaluasi kerja kami,” jelas Mia, sapaan akrab Amithya Ratnanggani Sirraduhita SS
Menurut Mia, selama bekerja dan mewakili rakyat di kursi legislatif, banyak hal yang menjadi pekerjaan rumah yang perlu di evaluasi dan diupayakan selesai dikerjakan. Seperti kegiatan menyerap aspirasi, menjembatani keluhan masyarakat dengan solusi kebijakan eksekutif hingga pekerjaan legislasi masih banyak yang perlu di evaluasi.
Dia menambahkan bahwa DPRD Kota Malang adalah lembaga yang tetap memegang teguh pelayanan dasar masyarakat Kota Malang. Artinya apa yang menjadi aspirasi masyarakat adalah hal utama bagi kerja DPRD Kota Malang.
“Dan kedepan segala upaya dan cara-cara agar warga mudah mengakses fungsi kami di dewan akan diutamakan. Terutama di bidang pelayanan dasar itu hal utama. Kami evaluasi terus kerja kami dimana yang harus diperbaiki, lebih banyak turun ke lapangan langsung dialog dengan warga itu yang kami lakukan kedepan,” jelas Mia yang juga Ketua PDI Perjuangan Kota Malang ini.
Sementara itu ditambahkan, dalam rangka memperingati HUT tersebut, DPRD Kota Malang dijadwalkan menggelar rapat paripurna serta doa bersama yang melibatkan seluruh anggota dewan. Selain itu, juga ada kegiatan sosial berupa berbagi dengan anak-anak dhuafa juga menjadi bagian dari agenda tahunan.
Hanya saja, pelaksanaan rapat paripurna dan doa bersama tidak dilakukan tepat pada 25 Maret hari ini, akan tetapi dijadwalkan pada 31 Maret mendatang.
Dia juga menambahkan akan pentingnya kolaborasi antara DPRD, pemerintah, media, dan masyarakat dalam membangun ekosistem kota yang lebih baik. Menurutnya, penyelarasan persepsi menjadi kunci agar seluruh program bermuara pada kepentingan masyarakat.
“Karena kami tidak bisa bekerja sendiri. Semua pihak harus bersama-sama menyamakan frekuensi dan tujuan demi kesejahteraan masyarakat Kota Malang,” tegas Mia. (cia)















