U

FKAUB Malang Raya Rayakan Toleransi Beragama di Tawur Agung Kesanga

SekarangAja, MALANG Umat Hindu Kota Malang menggelar prosesi Tawur Agung Kesanga jelang Nyepi, di Lapangan Rampal Kota Malang, Rabu (18/3/2026) hari ini. Suasana toleransi antarumat beragama sangat terasa dalam kegiatan ini.

Bahkan Tawur Agung Kesanga ini jadi momen merayakan toleransi dan kebersamaan dalam keberagaman di Kota Malang. Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKAUB) Malang Raya bahkan mengapresiasi kegiatan ini.  

Pasalnya Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Malang mengundang para tokoh dan perwakilan lintas agama & kepercayaan hadir dalam kegiatan ini. Para tokoh agama dan kepercayaan pun hadir dalam kegiatan tersebut penuh keakraban.

‘’Kami sangat mengapresiasi PHDI Kota Malang yang telah mengundang para tokoh agama untuk hadir menjadikan acara ini acara bersama lintas agama & kepercayaan. Ini sangat baik dalam merawat toleransi antar umat beragama,’’ jelas Sekjen FKAUB Malang Raya, Pendeta David Tobing.

sekarangaja

Pendeta David Tobing mengatakan  para tokoh dan perwakilan lintas agama dan kepercayaan hadir dalam  Tawur Agung Kesanga. Menurut dia, ini merupakan bukti nyata kuatnya toleransi di Kota Malang.

‘’FKAUB Malang Raya hadir secara lengkap. Ada perwakilan dari Islam, Kristen, Katolik, Buddha dan Penghayat TYM. Selain itu hadir juga LISA, Srikandi FKAUB dan Forum Bhineka Muda. Terima kasih kepada PHDI. Kami mengucapkan selamat Hari Raya Nyepi,’’ kata Pendeta David.

Lebih lanjut dia mengatakan, FKAUB Malang Raya akan terus merawat toleransi antarumat beragama di Malang. Itu dilakukan dalam berbagai momen dan kebersamaan agar kebersamaan dalam keberagaman terus dirawat.

sekarangaja

Sementara itu Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Malang, Prof. Ir. Eng. I Made Wartana MT mengatakan rangkaian hari suci ini telah dimulai sejak Sabtu lalu. Yakni mengadakan upacara Jalanidhi Puja. Ritual tersebut diadakan di  laut untuk melebur segala ‘mala’ atau kotoran duniawi.

Lalu dilanjutkan dengan Tawur Agung Kesanga. Tujuannya membayar kembali sari sari alam yang telah dinikmati selama setahun, sekaligus menetralisir energi negatif yang disimbolkan dengan Ogoh Ogoh.

Ia mengapresiasi kehadiran pimpinan daerah seperti Wali Kota Malang, Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnannggani Sirraduhita dan para perwakilan agama dan Pengahayat TYM hadir dalam kegiatan tersebut. (red)

Sekarang