U

STAH Bhatara Guru Kendari Turut Atasi Kekurangan Guru Agama Hindu

SekarangAja, KENDARIKebutuhan guru Agama Hindu di Sulawesi Tenggara bakal makin terisi. Itu ditandai dengan lulusan Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Bhatara Guru Kendari. Sejumlah alumninya  bahkan telah lulus seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Sebagian lainnya mengikuti program Pendidikan Profesi Guru (PPG) sebelum mengajar di berbagai sekolah di wilayah tersebut.

Itu disampaikan Ketua STAH Bhatara Guru Kendari I Nengah Suliarta dalam prosesi wisuda yang digelar di Kendari, Sabtu (14/3/2026). Pada wisuda kali ini, STAH Bhatara Guru Kendari meluluskan sebanyak 25 mahasiswa. Dengan demikian, sejak empat kali pelaksanaan wisuda, jumlah total lulusan telah mencapai 114 orang.

Sekitar 20 persen di antaranya telah lulus seleksi PPPK sebagai guru, sementara lainnya telah mengikuti program Pendidikan Profesi Guru (PPG) dan kini tersebar di berbagai wilayah Sulawesi Tenggara.

Menurutnya, kehadiran lulusan STAH Bhatara Guru Kendari turut membantu mengatasi kekurangan guru agama Hindu di berbagai sekolah di wilayah tersebut.

“Motto wisuda tahun ini adalah Berilmu dalam Dharma, Mengabdi untuk Sulawesi Tenggara. Tema ini mengandung makna bahwa dimanapun kita berada, kita harus memberikan pengabdian terbaik bagi daerah tempat kita berpijak,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Dirjen Bimas Hindu I Nengah Duija menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan wisuda serta perkembangan pendidikan Hindu di Sulawesi Tenggara.

I Nengah Duija juga menyampaikan komitmen untuk memperjuangkan peningkatan kelembagaan Pembimas Hindu menjadi kepala bidang di tingkat wilayah serta menilai potensi penegerian STAH Bhatara Guru Kendari cukup besar.

Kepada para wisudawan, Dirjen Bimas Hindu mendorong agar tidak berhenti pada jenjang sarjana dan melanjutkan pendidikan ke jenjang magister. “Pendidikan adalah proses yang harus dilalui untuk mencapai cita-cita. Dengan pendidikan, kita dapat membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik,” ujarnya. (red)  

Sekarang