U

Perwakilan Gereja Ortodoks Indonesia Temui Menag

SekarangAja, JAKARTA Perwakilan Gereja Ortodoks Indonesia menemui Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar. Ini dalam rangka dialog dan pendalaman tradisi keagamaan di Jakarta. Pertemuan tersebut dihadiri Metropolitan Photios of Demetrias, Romo Episkop Daniel Byantoro dari Nikopolis, bersama jajaran Gereja Ortodoks Indonesia.

Dalam dialog itu, pihak Gereja Ortodoks memaparkan sejarah serta praktik ibadah yang menjadi ciri khas Gereja Timur dan masih dijalankan hingga kini. ‘’Ritual kami itu awalnya dikompilasi oleh Yacobus, saudaranya Yesus, pada abad pertama. Pada abad keempat, liturgi itu diperluas sedikit, ditambah beberapa doa oleh Yohanes Krisostomus. Lalu ditambah lagi oleh Basilius Agung. Jadi, ini adalah liturgi dari abad pertama yang kami lakukan, bukan liturgi modern,” Romo Episkop Daniel Byantoro.

Romo Episkop Daniel Byantoro melanjutkan bahwa hingga kini Gereja Ortodoks masih menggunakan bentuk-bentuk liturgi kuno tersebut. “Jadi, paling tidak kami memiliki tiga bentuk liturgi dari zaman kuno, yaitu Yacobus yang kami gunakan hanya pada waktu peringatan namanya, tanggal 27 Oktober. Setiap minggu kami menggunakan liturgi yang dikompilasi oleh Yohanes Krisostomus. Dan pada perayaan-perayaan besar, kami menggunakan liturgi yang dikompilasi oleh Basilius Agung. Jadi, inilah yang menjadi liturgi kami sampai sekarang,” jelasnya.

Selain liturgi, Romo Episkop Daniel Byantoro juga memaparkan tradisi puasa yang sedang dijalankan menjelang Paskah. “Kami ini sedang puasa 40 hari menyongsong Paskah. Mulai kemarin kami sedang puasa sampai nanti menjelang Paskah, 40 hari kami puasa,”  kata dia.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan ketertarikannya untuk mempelajari lebih jauh ajaran dan tradisi Gereja Ortodoks. “Jika ada buku, tolong berikan kepada saya, karena kami perlu memahami juga doktrin Anda. Bagi saya ini sangat penting, karena saya sendiri juga tertarik mempelajari perbandingan agama. Kami ingin mengetahui ajaran Anda” kata Menteri Agama Nasaruddin Umar.

Dalam pertemuan itu juga disampaikan bahwa jumlah umat Gereja Ortodoks di Indonesia sekitar 2.000 orang yang tersebar di berbagai wilayah. “Hampir di seluruh Indonesia. Di Sumatera, di Kalimantan, di Papua, di Sulawesi,” ujar Romo Daniel, seraya menyebut lokasi ibadah di Jabodetabek “Di Jakarta Selatan. Tangerang Selatan, termasuk Bogor dan Cinere,” sambungnya.  (red)

AI Harus Jadi Pilar Produktivitas Nasional

Perwakilan Gereja Ortodoks Indonesia Temui Menag

Jakarta Hari Ini Dinaungi Langit Cerah

Sekarang

AI Harus Jadi Pilar Produktivitas Nasional

Sekarang

Perwakilan Gereja Ortodoks Indonesia Temui Menag

Sekarang

Jakarta Hari Ini Dinaungi Langit Cerah

Sekarang

Prajurit KRI Terapang-648 Bagi Takjil untuk Masyarakat Baubau

Sekarang