U

Tiga Hari Masuk Kayutangan Rp 1 Saja Pakai QRIS Tap

MALANG Asiknya, jalan-jalan ke Kampung Heritage Kayutangan akhir pekan karena biaya masuknya hanya Rp 1 (satu rupiah) saja. Ini dirasakan pengunjung Kampung Heritage Kayutangan mulai Jumat (28/11/2025) lalu sampai Minggu (30/11/2025) hari ini.

Ini bisa dirasakan ratusan warga dengan menggunakan QRIS Tap. Biayanya hanya Rp 1,- karena bertepatan dengan QRIST Tap Festival 2025.

Hal tersebut disampaikan Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang, Dedi Prasetyo  dalam press conference Qris Tap Festival 2025. Dia menjelaskan BI terus berupaya memperkenalkan fitur terbaru pembayaran atau transaksi  digital kepada masyarakat.

“Ini adalah salah satu wujud kegiatan edukasi Qris Tap. Sebuah inovasi BI yang bekerjasama dengan berbagai pihak termasuk dengan teman-teman Perbankan untuk memudahkan sistem pembayaran menggunakan sistem digital,” papar Dedi.

Dalam event ini, Kampung Heritage Kayutangan dipilih menjadi salah satu lokasi wisata yang mengaplikasikan fitur Qris Tap untuk transaksinya. Yakni diterapkan di semua loket atau pintu masuk yang ada. Maka setiap pengunjung yang hendak membayar tiket masuk kini bisa menggunakan fitur Qris Tap.

“Sejak Jumat kemarin ya sampai hari ini, jika menggunakan Qris Tap bayar masuknya hanya satu rupiah saja. Normalnya tiket masuk ke Kampung Heritage Kayutangan Rp 5 ribu,” kata  Dedi.

Tidak hanya itu, selama festival ini berlangsung pengunjung yang membayar tiket masuk menggunakan Qris Tap juga diberikan voucher belanja senilai Rp 25 ribu. Yang nantinya bisa digunakan untuk membeli barang hingga kulineran di kedai kedai atai UMKM yang ada di dalam Kampung Heritage Kayutangan.

Untuk diketahui Qris Tap adalah  metode pembayaran digital yang dibuat Bank Indonesia yang memungkinkan pengguna melakukan transaksi hanya dengan menempelkan (tap) ponsel ke mesin pembaca. Berbeda dengan QRIS biasa yang mengharuskan pemindaian kode QR. QRIS Tap jauh lebih cepat dan praktis, di mana pengguna cukup menempelkan perangkat Android yang sudah memiliki NFC (berbasis Near Field Communication) untuk menyelesaikan pembayaran.

Bendahara Pokdarwis Kampung Heritage Kayutangan Iis Sugiati menjelaskan seluruh loket yang ada di Kampung Heritage Kayutangan berjumlah lima loket. Dan semuanya sudah siap mengaplikasikan Qris Tap.

“Karena ini baru dan kami juga belajar menggunakanya. Sudah semua di lima loket masuk Kampung Heritage Kayutangan pakai ini. Kami diberi pembinaan dan pelatihan pakai Qris Tap ini. Hanya butuh penyesuaian saja,” papar Iis.

Dia menyampaikan rata rata pengunjung Kampung Heritage Kayutangaan saat weekend berjumlah seribuan lebih. Dimana 40 persen dari jumlah itu memilih membayar atau melakukan transaksi pembelian menggunakan sistem digital seperti QRIS.

Maka ia mengaku QRIS Tap kedepannya juga bisa digunakan dan diandalkan untuk menarik lebih banyak pengunjung datang. Karena sistem pembayaran lebih mudah, cepat dan praktis. (cia)

Sekarang

Dermaga Diresmikan, Akses Pulau Pari Makin Nyaman

Sekarang