Agar Makin Bangga, Gelar Karya Batik Malang

Tren busana batik harusnya selalu populer asalkan terus dikenalkan dengan beragam model busana.
MALANG- Siapa yang tak kenal batik? Semua mengenakannya hampir setiap hari. Bahkan 2 Oktober dijadikan sebagai Hari Batik Nasional. Pun banyak cara memeriahkannya.
Salah satunya Asosiasi Perajin Batik Kota Malang (APBKM) menggelar Gelar Karya Batik Malang. Ini untuk mempopulerkan batik agar terus diminati. Setidaknya batik tetap diminati di tengah beragam langgam tren busana.
Kegiatan ini diadakan Minggu (1/10/2023) di Galeri Batik Soendari Kota Malang Jawa Timur. Ada sekitar 40 perajin batik Kota Malang berkumpul lalu unjuk karya batik.
Ketua APBKM Isa Wahyudi menjelaskan Gelar Karya Batik Malang diselenggarakan selama tiga kali selama Bulan Batik Nasional.
“Selain di Kelurahan Mojolangu nanti berlanjut ke Sukun dan Kedungkandang. Kegiatan ini jadi media pengenalan ke masyarakat tentang karya batik Malang, gelar karya batik sebagai salah satu ekspresi dan eksplorasi khasanah batik Malang,” kata pria yang akrab disapa Ki Demang ini.
APBKM lanjutnya berkepentingan mengajak warga agar mencintai batik sebagai warisan budaya tak benda bahwa batik adalah busana nasional dan masyarakat harus bangga. Dalam sela unjuk karya batik, peserta juga berlenggak lenggok bak model memeragakan busana batiknya masing-masing selayaknya fashion on the street batik Malang.
Hampir 100 kain karya batik Malang terbaru diperagakan oleh masing-masing pembatik. Turut memeriahkan pula perwakilan dari Komunitas Perempuan Bersanggul Nusantara, Komunitas Kebaya Indonesia Kabupaten Malang dan Kota Malang, Komunitas Cinta Berkain Malang Raya, Kakang Mbakyu Kota Malang, Asosiasi Perajin Batik Kabupaten Malang dan Kota Batu dan Difabel Creative Community.
Tidak hanya unjuk karya batik, diadakan pula Pasar Krempyeng Batik Malang serta pernak pernik kerajinan dari batik. Acara juga diisi dengan mencanting bersama Difabel Creative Community.
Sekadar mengingatkan, sejak tahun 2010, masyarakat Indonesia mulai memperingati Hari Batik Nasional. Setahun sebelumnya atau tepatnya 2 Oktober 2009, UNESCO menetapkan batik sebagai salah satu warisan budaya dunia yang berasal dari Indonesia. Momen ini sangat penting untuk mengangkat kembali batik agar lebih diminati masyarakat. (ran)















