U

Workshop AI untuk Media Pembelajaran Meriahkan Dies Natalis ke-13 HMPS PGPAUD UNIKAMA

SekarangAja, MALANGDalam rangka memperingati Dies Natalis ke-13 Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (HMPS PGPAUD), Program Studi PGPAUD Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (UNIKAMA) menggelar workshop bertajuk “AI untuk Media Pembelajaran”, Rabu (3/6/2026) hari ini. Kegiatan tersebut diadakan di Ruang A1 Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (UNIKAMA).

Kegiatan yang diikuti mahasiswa dan civitas akademika ini menjadi ruang belajar sekaligus refleksi mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam dunia pendidikan anak usia dini yang semakin berkembang pesat.

Acara diawali dengan sambutan Kaprodi PGPAUD, Dr  Siti Muntomimah, M.Pd. Ia menyampaikan pentingnya kesiapan calon pendidik dalam menghadapi transformasi digital.

Menurutnya, perkembangan teknologi AI perlu dipahami secara kritis dan kreatif agar dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang mendukung tumbuh kembang anak.

Selanjutnya, Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan UNIKAMA, Dr. Cicilia Ika Rahayu Nita, M.Pd. memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan secara resmi.

Cicilia mengatakan teknologi harus menjadi sarana untuk memperkuat kualitas pendidikan, bukan menggantikan peran pendidik sebagai penggerak utama proses belajar.

The Art of Ngompres: AI VS PAUD

Pada sesi utama, Engelbertus Kukuh Widijatmoko, S.H., M.Pd., membawakan materi bertajuk “The Art of Ngompres: AI VS PAUD”. Dengan gaya penyampaian yang komunikatif dan penuh ilustrasi, ia mengajak peserta memahami cara kerja AI dari sudut pandang yang sederhana namun mendalam.

Menurut Kukuh, setiap platform AI memiliki karakteristik dan pola berpikir yang berbeda-beda, bahkan hasil yang diberikan dapat dipengaruhi oleh intensitas pengguna serta kualitas interaksi yang dibangun. Oleh karena itu, kemampuan menyusun prompt menjadi keterampilan penting di era kecerdasan buatan.

“AI bekerja sangat detail sesuai dengan prompt yang diberikan. Semakin jelas instruksi yang kita buat, semakin tepat pula hasil yang dihasilkan,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa AI hanyalah alat bantu yang mampu mengolah data dan menghasilkan berbagai bentuk konten. Namun, nilai kemanusiaan tetap menjadi faktor yang tidak tergantikan.

“Posisi manusia adalah memberikan ruh, jiwa, empati, nilai, dan makna dalam setiap karya yang dihasilkan AI. Teknologi dapat membantu menciptakan, tetapi manusialah yang memberi kehidupan pada karya tersebut,” ungkap Kukuh.

Mendorong Kreativitas dan Literasi Digital

melalui workshop ini, peserta diajak mempraktikkan pemanfaatan AI untuk menciptakan media pembelajaran, termasuk pengembangan cerita dan buku dongeng berbasis AI yang dapat digunakan untuk menanamkan karakter serta budaya literasi pada anak usia dini.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Diskusi interaktif yang berlangsung menunjukkan tingginya minat mahasiswa PGPAUD untuk mengintegrasikan teknologi secara bijak dalam proses pembelajaran.

Peringatan Dies Natalis ke-13 HMPS PGPAUD UNIKAMA tidak hanya menjadi momentum perayaan usia organisasi, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam menyiapkan calon pendidik yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Dengan menggabungkan kecanggihan teknologi dan sentuhan nilai kemanusiaan, pendidikan anak usia dini diharapkan mampu melahirkan generasi yang kreatif, literat, dan berkarakter. (red)

Sekarang