U

WCD Kota Malang Bentuk Nyata Kolaborasi DLH dan Berbagai Elemen Lestarikan Lingkungan

SekarangAja, MALANG–Sejumlah rangkaian kegiatan digelar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang untuk mengisi peringatan World Clean Up Day (WCD). Kegiatan ini melibatkan berbagai kalangan dan partisipasi luas masyarakat.

Untuk diketahui, WCD diperingati seluruh dunia pada setiap 20 September. Namun di Kota Malang diisi dengan sederet kegiatan pelestarian lingkungan.

Salah satunya diawali dengan kegiatan di area sepanjang Jalan Ijen bertepatan dengan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB). Kegiatan yang dilakukan berupa penyapuan di koridor jalan yang memiliki nilai historis bagi Kota Malang tersebut.

Di samping itu, juga dilakukan pengangkutan sampah yang tercecer mulai dari Jalan Besar Ijen hingga Jalan Semeru. DLH tidak melakukan pembersihan sendiri, namun menggandeng berbagai pihak yakni jajaran samping serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang.

Tidak hanya itu, gerakan yang berawal dari aksi lokal bertajuk “Let’s Do It! 2008 dan diinisiasi oleh organisasi Let’s Do It Estonia di negara Estonia ini menerjunkan 5.000 relawan untuk membersihkan seluruh negeri dalam waktu 5 jam.

Ternyata, efek domino dari aksi tersebut menginsipirasi negara lain untuk mengadopsi hal serupa. Termasuk di Indonesia ini dan ditularkan hingga daerah-daerah.

Untuk WCD Tahun 2026 ini mengusung tema “Aksi Bersih, Pemuda-Pemudi Merdeka dari Sampah”. Ini  sebagai momentum dalam menyemarakkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia serta menyongsong Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober.

sekarangaja

Tagline ini menjadi penguat bahwa kebersihan adalah agenda strategis nasional dalam mewujudkan Indonesia sehat, bersih dan berkelanjutan.

Dalam implementasinya, DLH Kota Malang juga melakukan gerakan bersih sampah dan bersih sungai yang berlokasi di Sungai Metro Kelurahan Merjosari Kecamatan Lowokwaru pada Minggu, 4 Oktober 2026, tepatnya di dekat tandon air Tugu Tirta.

Dari bersih-bersih yang dilakukan antara kolaborasi DLH, Perumda Tugu Tirta, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP), mahasiswa yang tergabung dalam komunitas peduli lingkungan serta masyarakat setempat menghasilkan sampah sebanyak 3 ton.

Kemudian, rangkaian ketiga yang merupakan puncak WCD. DLH menggelar kegiatan bersih-bersih dan penanaman pohon di area Sungai Metro pada Jumat, 9 Oktober 2026 yang dihadiri Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Forkopimda, Kepala Perangkat Daerah, Camat se-Kota Malang, Lurah se-Kota Malang, Palang Merah Indonesia, Yayasan Gubuke Wong Ngalam (GWN), Komunitas Malang Peduli Demokrasi (MPD), kader lingkungan, dunia usaha, perbankan, mahasiswa serta masyarakat sekitar.

Dalam perhelatan tersebut, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang menyampaikan kegiatan WCD Tahun 2026 memiliki beberapa tujuan.

“Melalui kegiatan WCD Tahun 2026 ini dapat memperkuat kolaborasi pentahelix yaitu Pemerintah, masyarakat, dunia usaha, sekolah, komunitas, perguruan tinggi serta media dalam mewujudkan lingkungan Kota Malang yang bersih, sehat dan berkelanjutan,” jelasnya.

“Terpenting, WCD dapat menguatkan kepedulian dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemilahan sampah dan membangun kebiasaan baru dalam pengelolaan sampah,” imbuh Raymond.

Ditegaskannya, dengan meningkatkan kepedulian masyarakat dapat menumbuhkan persepsi bahwa sampah adalah tanggung jawab bersama. Sehingga dapat mendorong timbulan sampah sejak dari sumbernya.

Dikatakannya,dalam rangkaian WCD pihak yang terlibat sekitar 600 orang yang terdiri dari berbagai unsur. Keterlibatan tersebut meliputi unsur pemerintahan, Perumda Tugu Tirta, Forkompinda, Kader Lingkungan, dunia usaha, mahasiswa, media, organisasi kemasyarakatan serta instansi vertikal di Kota Malang.

Raymond berharap, rangkaian kegiatan tersebut tidak berhenti sampai di situ tetapi dapat menjadi gerakan bersama dan berkelanjutan dalam mengubah perilaku masyarakat terhadap sampah.

WCD yang dilaksanakan di Sungai Metro ini dapat menjadi awal agar lingkungan sekitar dapat terawat dan Air PDAM Merjosari dapat dimanfaatkan ke depannya.

“Aksi bersih-bersih Sungai Metro serta penanaman pohon sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas lingkungan dan memperkuat fungsi ekologis sungai,” ungkap Raymond.

Wali Kota Malang  Wahyu Hidayat yang memimpin apel sebelum aksi bersih-bersih dimulai menyambut positif gerakan tersebut. “Langkah ini sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus melestarikan sumber daya air di Kota Malang,” tutur Wahyu.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini sebagai rangkaian dari WCD 2026. Kami juga menanam pohon di Sumber Air Merjosari serta meninjau sumber mata air di sekitar Sungai Metro,’’ katanya. (nia/red)

Jakarta Diprakirakan Cerah Hari Ini

Begini Sikap ISKA Soal Karhutla

Sekarang

Jakarta Diprakirakan Cerah Hari Ini

Sekarang

Begini Sikap ISKA Soal Karhutla

Sekarang