UIN Surakarta Kini Punya Fakultas Saintek
SekarangAja, SURAKARTA–Ada fakultas baru di Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta. Peluncuran pun sudah dilakukan. Yakni Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek).
Sekjen Kementerian Agama (Kemenag) Kamaruddin Amin menilai pembukaan Fakultas Saintek merupakan langkah strategis dalam penguatan sains dan teknologi di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Ini menjadi salah satu kunci dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Maju.
Fakultas Saintek berdiri setelah terbit Peraturan Menteri Agama Nomor 48 Tahun 2025 tentang perubahan atas PMA Nomor 26 Tahun 2021 mengenai Organisasi dan Tata Kerja UIN Raden Mas Said Surakarta. Pembukaan Fakultas Saintek UIN Raden Mas Said Surakarta menjadi langkah penting untuk memperkuat kontribusi pendidikan tinggi keagamaan dalam mendukung agenda pembangunan nasional.
“Alhamdulillah UIN Surakarta kini memiliki Fakultas Saintek. Ini merupakan instrumen penting untuk mendukung transformasi menuju Indonesia Maju sekaligus mengawal berbagai program prioritas pemerintah dan Kementerian Agama,” kata Kamaruddin saat menghadiri peresmian Fakultas Saintek UIN Raden Mas Said Surakarta.
Kamaruddin menegaskan, pencapaian visi Indonesia Maju membutuhkan kolaborasi seluruh elemen bangsa, termasuk perguruan tinggi yang berperan sebagai pusat pengembangan pengetahuan dan inovasi.
“Transformasi tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan sinergi seluruh sumber daya yang kita miliki. Dalam konteks ini, kampus memiliki posisi yang sangat strategis, bahkan dapat menjadi penggerak perubahan yang menentukan,” katanya.
Sekjen Kemenag berharap Fakultas SsaintekUIN Surakarta mampu menjadi rujukan bagi kampus-kampus lain dalam mengembangkan pendekatan keilmuan yang selaras dengan isu-isu global, terutama pelestarian lingkungan hidup.
Ia mengapresiasi hadirnya Program Studi Ilmu Lingkungan yang dinilai sejalan dengan penguatan program Ekoteologi yang saat ini menjadi salah satu prioritas Kementerian Agama.
“Isu lingkungan telah menjadi perhatian dunia. Karena itu, saya berharap Fakultas SAINTEK UIN Surakarta dapat menjadi contoh dalam mengimplementasikan ekoteologi secara nyata melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ungkapnya.
Menurut Kamaruddin, integrasi antara sains, teknologi, dan nilai-nilai keagamaan menjadi modal penting dalam melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan dan kemanusiaan.
Kehadiran Fakultas Saintek di UIN Raden Mas Said Surakarta diharapkan semakin memperkuat peran PTKIN sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang responsif terhadap tantangan zaman sekaligus berkontribusi dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Indonesia. (red)















