Tetap Perjuangkan Aspirasi Rakyat saat Reses 2024 Masuk Pokir Dewan dan KUA APBD 2025
KOTA MALANG-Kendati Pemilu 2024 termasuk Pemilu Legislastif (Pileg) sudah selesai digelar 14 Februari lalu, warga yang telah menitipkan aspirasi kepada anggota DPRD Kota Malang tak usah khawatir. Sebab semua aspirasi yang sudah disampaikan kepada anggota dewan pasti diperjuangkan. Termasuk saat serap aspirasi rakyat oleh anggota DPRD Kota Malang dalam rangka reses, 1-8 Februari 2024.
Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika SE MM mengatakan, aspirasi warga yang sudah disampaikan warga saat reses pasti diperjuangkan di DPRD Kota Malang. Apalagi menurut Made, aspirasi warga disampaikan kepada lembaga dewan.
Karena itu menurut Made, aspirasi yang disampaikan kepada anggota DPRD Kota Malang periode 2019-2024 pasti dikawal sampai tuntas. Terutama yang berkaitan dengan program pokok pikiran (pokir) dewan.
“Ini merupakan tanggungjawab dewan secara kelembagaan. Karena itu walau anggota dewan berganti tapi aspirasi warga yang masuk dalam pokir pasti diperjuangkan dewan secara kelembagaan,” jelas Made belum lama ini.
Sebelumnya Made mengadakan tiga kali dialog serap aspirasi dalam rangka reses tahun 2024 di daerah pemilihannya (dapil) Lowokwaru. Yakni pada 3 Februari 2024 diadakan di depan Situs Watu Gong di Jalan Kanjuruhan GG 4 Tlogomas Kota Malang.
Lalu dialog lagi pada 4 Februari 2024 di Jalan Bantaran Terusan 2. Kemudian dialog ketiga pada 6 Februari di Hotel Ubud.
Saat berdialog dengan warga, Made menegaskan apirasi warga diakomodir dalam skala prioritas hingga tahun 2025 nanti meskipun sepanjang tahun ini adalah tahun yang cukup “sibuk” karena kontestasi Pemilu.
“Kami sengaja adakan serap aspirasi di awal tahun agar masukan dari warga bisa segera masuk dalam usulan pokok pikiran (Pokir) legislatif dan bisa masuk dalam pembahasan Kebijakan Umum Anggaran di 2025 nanti. Sebanyak-banyaknya kami tampung serap aspirasi warga,” jelas politisi PDI Perjuangan ini.
Saat berdialog dengan warga, kata Made, warga umumnya masih banyak menyampaikan infrastruktur seperti perbaikan drainase, jalan dan plengsengan. Tidak itu saja, kesempatan bagi kaum difabel juga menjadi perhatian Made.
Ketua Badan Anggaran (Banggar) dan Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Kota Malang ini juga menampung aspirasi soal pembatasan toko modern hingga kondisi beberapa Pos PAUD yang butuh perbaikan untuk berfungsi secara maksimal.
Sementara itu Wakil Ketua III DPRD Kota Malang, Rimzah SIP mengadakan dialog serap aspirasi rakyat dalam masa reses di dapilnya Klojen, 6 Februari 2024.
Saat berdialog dengan warga, Rimzah memastikan mengawal penyaluran bantuan sosial (bansos). Itu karena adanya keluhan warga terkait penyaluran bansos.
“Nanti data (penyaluran bansos) tersebut tolong diberi ke saya, dikumpulkan data-data itu. Ini buat bahan kami evaluasi dan sampaikan ke dinas terkait agar penyaluran bansos dievaluasi,” jelas politisi Gerindra ini menanggapi aspirasi warga Kelurahan Kauman tersebut.
Di sisi lain, DPRD Kota Malang menunjukkan keseriusan memperjuangkan aspirasi warga yang disampaikan dalam masa reses. Buktinya dewan telah menggelar sidang paripurna penyampaian hasil reses, 16 Februari 2024.
Salah satunya hasil reses disampaikan anggota Komisi B, H Akhdiyat Syabril Ulum, S.Kom, MM. Ulum mengatakan jumlah aspirasi yang disampaikan warga kepada anggota dewan terbilang banyak.
Ulum menjelaskan, setiap anggota dewan menyebar lembaran aspirasi sebanyak 600 lembar saat reses. Jika ditotal 45 anggota dewan maka jumlah lembaran aspirasi sebanyak 27 ribu lembar. Ini belum termasuk aspirasi yang disampaikan secara langsung oleh warga saat dialog berlangsung di dapil masing-masing.
“Secara umum aspirasi warga yang disampaikan selama masa reses berkaitan dengan pembangunan fisik. Di antaranya drainase, pengaspalan jalan hingga pavingisasi,” jelas Ulum, politisi PKS asal dapil Kedungkandang ini.
Ia memastikan semua aspirasi yang disampaikan selama masa reses pasti diperjuangkan. Apalagi menurut dia, sudah disampaikan dalam sidang paripurna. (inforial/red)















