Spirit Perjuangan Kartini Kekinian, Ini Refleksi Dr Nanda Gudban
SekarangAja, JAKARTA–Pegiat dan tokoh aktivis perempuan Dr Ya’qud Ananda Gudban merefleksi peringatan Hari Kartini. Ia punya catatan penting dan menarik. Nanda, sapaan akrab Dr Ya’qud Ananda Gudban mengatakan, kini melanjutkan perjuangan Ibu Kartini basis terpenting yakni pendidikan.
‘’Artinya perempuan setiap hari harus up grade diri, perempuan harus punya value dan bagaimana berusaha untuk meningkatkan kuliatas diri sesuai tantangan zaman dengan berbagai cara sehingga dia bisa bernilai manfaat,’’ kata Nanda yang juga Ketua Umum Komunitas Perempuan Peduli Indonesia (KoPPI) ini.
Karena menurut Nanda, di Era 2026, era 4.0, era 5.0 seperti ini tentu kompetisi semakin tinggi, kompetisi semakin terbuka. Tidak lagi hanya lokal, tapi nasional bahkan internasional. Jadi kembali ke basic, perempuan harus menyiapkan diri dengan sebaik mungkin. Tantangannya lanjut Nanda, bagaimana perempuan menyesuaikan diri dengan zaman menaikan kualitas diri.
Nanda pernah mengalami perjalanan politik penuh dinamika dan tantangan. Ia pernah punya perjalanan politik yang agak seru. Yakni harus menjauh dari dunia bebas, menyendiri, terkurang selama beberapa tahun untuk mendekatkan diri kepada Allah. Kemudian ia merenungkan diri tentang keberadaan dirinya.
‘’Saya di dunia ini bermanfaat atau tidak. Di situ saya punya banyak waktu untuk memperbaiki diri dan apa yang harus saya lakukan berikutnya untuk menjadi lebih baik,’’ refleksinya.
Menurut dia, perempuan harus berdaya, setiap individu harus berdaya. Artinya berdaya secara banyak hal sehingga bisa menjadi penolong untuk dirinya sendiri. ‘’Saya bicara ini karena saya berhadapan dengan korban kekerasan dalam rumah tangga, pelecehan dan sebagainya,’’ katanya.
Sehingga lanjut dia, dasar yang paling utama adalah harus bisa menolong dirinya sendiri. Harus punya pengetahuan bagaimana menolong dirinya sendiri. Yakni harus mampu melawan dengan pengetahuan. Pengetahuan terhadap regulasi.
‘’Sehingga bagaimana mengatasi hal ini tidak dengan kekuatan fisik tapi dengan pengetahuan yang dimiliki, mengatasi dengan menjalin networking harus karena penting sehingga bisa membantu,’’ kata pegiat sosial yang juga akademisi ini.
Salah satu tantangan terbesar perempuan menurut Nanda, sebagai perempuan di ruang publik yang masih didominasi laki-laki. Karena itulah perempuan butuh support menjalin kerja sama dengan laki-laki. Karena ada hal-hal tertentu yang memang butuh support. Di sinilah pentingnya kerja sama.
Menurut Nanda, semakin banyak kerja sama maka semakin banyak hal yang bisa dikerjakan dan terbantu. Peran negara, pemerintah dan kelompok non pemerintah ataupun kepedulian masyarakat sangat penting.
Dukungan dan dorongan masyarakat itu sangat penting, dorongan terbesar harus dari diri sendiri. Jadi kembali niatnya apa, membantu publik atau punya nilai lebih kepada masyarakat berdasarkan kebermanfaatan maka harus punya sesuatu yang bisa diberikan.
‘’Untuk punya nilai manfaat itu maka kenali dirinya sendiri, mempelajari diri sendiri akhirnya tahu kira-kira kelebihan dan kekurangannya apa lalu menentukan ingin terjun ke dunia maka harus persiapkan diri. Nah itu dasar juga untuk kepercayaan diri ketika turun ke lapangan,’’ papar Nanda.
Kemudian yang paling besar lanjut dia, adalah networking. Sebab zaman ini agak beda dengan sebelumnya. Jika dulu kebanyakan orang mengejar hard skill, kini beberapa tahun bekalangan ini soft skill menjadi sesuatu yang sangat penting sekali untuk menunjang hard skill.
‘’Nah ini harus ditunjang dengan bagaimana membangun jaringan, bagaimana bekerja sama dengan tim, bagaimana membentuk dirinya menjadi disiplin itu adalah modal utama. Jadi kenali dulu diri sendiri, tahu apa yang mau dituju baru kita persiapkan diri untuk turun ke situ,’’ kata Nanda.
Sebab menurut Nanda, Kadang berjuang sendiri itu memang lelah. Karena itulah yakin bersamalah maka sesuatu menjadi ringan dan mudah. ‘’Maka bangunlah network, bangunlah jaringan sehingga pekerjaan kita menjadi ringan dan terselesaikan. Yakin akan sampai!” pungkas Nanda. (red)
- Dr Ya’qud Ananda Gudban
- Ketua Umum Komunitas Perempuan Peduli Indonesia Dr Ya’qud Ananda Gudban
- Ketua Umum KoPPI Dr Ya’qud Ananda Gudban
- Komunitas Perempuan Peduli Indonesia ini
- KoPPI
- Refleksi Dr Nanda Gudban
- Refleksi Hari Kartini oleh Dr Ya’qud Ananda Gudban
- Refleksi Kartini oleh Dr Nanda Gudban
- Spirit Perjuangan Kartini Kekinian















