Menag Nasaruddin Umar Hadiri Peringatan 67 Tahun Pengabdian Sangha Agung Indonesia, Ini Pesannya
SekarangAja, JAKARTA– Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan pesan saat menghadiri Peringatan 67 Tahun Pengabdian Sangha Agung Indonesia di Gedung Prasadha Jinarakkhita, Jakarta Barat, Sabtu (18/4/2026) hari ini. Yakni pentingnya memperkuat nilai kebersamaan, empati, dan kedewasaan spiritual dalam merawat kerukunan di tengah kemajemukan bangsa.
Menag Nasaruddin Umar mengibaratkan Indonesia sebagai sebuah rumah bersama yang harus dijaga melalui perjumpaan dan dialog yang tulus. “Indonesia adalah rumah bersama. Tidak ada pihak yang berada di luar dari kebersamaan ini; semua merupakan bagian dari satu kesatuan. Pertemuan lintas umat seperti ini menjadi ruang yang sangat baik untuk memperkuat rasa saling menghargai, sehingga kebersamaan dapat tumbuh secara alami,” ujar Menag Nasaruddin Umar.
Lebih lanjut, Menag Nasaruddin Umar mengajak seluruh elemen bangsa untuk menumbuhkan empati, bukan hanya dalam tataran pemahaman, melainkan mewujudkannya dalam perilaku sehari-hari.
“Ketika kita mampu merasakan apa yang dirasakan orang lain, di situlah tumbuh kepedulian. Empati adalah jembatan untuk mempererat hubungan antarmanusia. Makna kebersamaan baru menjadi nyata ketika nilai itu hadir secara konkret dalam perilaku kita,” pesannya.
Menag Nasaruddin Umar juga menyoroti pentingnya kedewasaan spiritual dalam menyikapi dinamika dan tantangan kehidupan. Menurutnya, pendekatan spiritual akan menuntun seseorang untuk melihat setiap persoalan dengan jernih, tenang, dan proporsional.
“Setiap tantangan adalah bagian dari proses pendewasaan. Dengan spiritualitas yang baik, kita tidak akan mudah terjebak pada penilaian yang sempit. Pengendalian diri, termasuk dalam mengelola ego, menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan hidup. Nilai kesederhanaan, kepedulian, dan pengendalian diri ini sejatinya adalah ajaran universal yang sangat relevan untuk kehidupan bermasyarakat,” jelas Menag Nasaruddin Umar.
Dalam suasana yang penuh kehangatan tersebut, Menag Nasaruddin Umar turut memperluas definisi kepedulian. Ia mengingatkan bahwa harmoni sejati tidak hanya terjalin antarmanusia, tetapi juga mencakup kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dan seluruh makhluk hidup.
Senada dengan pesan Menag Nasaruddin Umar, Ketua Panitia, Y.M. Bhante Bhadranatha, Thera, melaporkan bahwa perayaan 67 tahun pengabdian Sangha Agung Indonesia tahun ini mengusung tema “Sangha Agung untuk Indonesia”. Tema ini merefleksikan semangat persatuan dan komitmen pengabdian dalam melayani umat serta menjaga harmoni bangsa.
“Kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial. Kami mewujudkannya melalui berbagai aksi nyata di daerah, mulai dari program edukasi keagamaan, penguatan nilai toleransi, hingga aksi penanaman pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan,” urai Y.M. Bhante Bhadranatha, Thera.
Menutup sambutannya, Menag Nasaruddin Umar menaruh harapan besar agar nilai-nilai kemanusiaan ini terus membumi di Nusantara. “Yang terpenting saat ini adalah bagaimana kita terus merawat kebersamaan, saling memahami, dan konsisten menjaga harmoni dalam kehidupan bersama,” pungkasnya. (red)
- 67 Tahun Pengabdian Sangha Agung Indonesia
- Kemenag
- Kementerian Agama
- Menag Nasaruddin Umar Hadiri Peringatan 67 Tahun Pengabdian Sangha Agung Indonesia
- Pengabdian Sangha Agung Indonesia
- Peringatan 67 Tahun Pengabdian Sangha Agung Indonesia
- Pesan Menag Nasaruddin Umar saat Hadiri Peringatan 67 Tahun Pengabdian Sangha Agung Indonesia
- Y.M. Bhante Bhadranatha Thera















