U

Ini Mandaya Awards 2026 untuk Pesantren Unjuk Aksi Pemberdayaan Ekonomi

SekarangAja, JAKARTA- Yuuuk pengelola pesantren ikut dalam penyelenggaraan Mandaya Awards 2026. Ini momen pesantren unjuk aksi dalam pemberdayaan ekonomi.

Pendaftaran Mandaya Awards dibuka sampai 13 Oktober 2026 melalui laman: www.mandaya.co.id. Puncak penganugerahan Mandaya Awards 2026 dijadwalkan berlangsung pada 27 Oktober 2026.

Mandaya Awards 2026 merupakan bentuk apresiasi nasional terhadap berbagai aksi pemberdayaan masyarakat yang menunjukkan aksi nyata, berbasis bukti, memiliki dampak, dan berkelanjutan. Even ini diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM).

Asisten Deputi Pemberdayaan Masyarakat Daerah Tertentu Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Amin Muzakkir, mengatakan pesantren menjadi salah satu dari enam kelompok penerima Mandaya Awards 2026, bersama pemerintah daerah, pemerintah desa, badan usaha dan perusahaan, penggerak pemberdayaan masyarakat, serta perguruan tinggi.

Seluruh peserta dinilai menggunakan tolok ukur aksi pemberdayaan yang terbukti, dengan memperhatikan lokasi dan sasaran jelas, berbasis masalah atau kebutuhan, melibatkan masyarakat, menghasilkan manfaat yang dapat dibuktikan, dan memiliki keberlanjutan.

“Pesantren kami tempatkan sebagai salah satu aktor penting dalam pemberdayaan masyarakat karena pesantren memiliki kedekatan dengan masyarakat dan ekosistem sosial yang kuat. Kami ingin menemukan, memberikan apresiasi, sekaligus mendokumentasikan model-model pemberdayaan yang benar-benar memberikan dampak,” jelas Amin.
Amin menambahkan, Mandaya Awards tidak semata-mata dimaksudkan sebagai kompetisi untuk menentukan pemenang. Ajang ini juga diarahkan untuk mengidentifikasi aksi pemberdayaan, memberikan pengakuan kepada pelaku, mendokumentasikan praktik baik, serta membangun mekanisme apresiasi yang kredibel dan berkelanjutan.

“Harapannya, pesantren yang memiliki praktik baik tidak berhenti pada keberhasilan di lingkungan sendiri. Praktik tersebut dapat menjadi rujukan, direplikasi, dan dikembangkan di tempat lain sehingga dampak pemberdayaannya semakin luas,” kata dia.

Dirjen Pesantren Basnang Said menyambut baik kesempatan yang diberikan Kemenko PM kepada pesantren untuk berpartisipasi dalam Mandaya Awards 2026.

“Pesantren memiliki modal sosial yang sangat kuat. Karena itu, berbagai unit usaha dan kegiatan pemberdayaan ekonomi yang telah dilakukan pesantren perlu terus dikembangkan, didokumentasikan, dan diperkenalkan sebagai praktik baik yang bisa menginspirasi pesantren lainnya,” ujar Basnang Said.

Basnang menegaskan, penguatan kemandirian pesantren menjadi salah satu bagian penting dalam program 100 hari Direktorat Jenderal Pesantren. Menurutnya, pesantren berdaya dan mandiri tidak cukup hanya dilihat dari keberadaan unit usaha, tetapi juga dari sejauh mana usaha tersebut mampu memberikan manfaat ekonomi bagi pesantren, santri, alumni, dan masyarakat.

“Dalam 100 hari pertama ini, kami ingin memastikan bahwa pesantren tidak hanya kuat secara kelembagaan, tetapi juga semakin berdaya dan mandiri. Karena itu, inisiatif seperti Mandaya Awards ini penting untuk membuka ruang apresiasi sekaligus memperlihatkan bahwa banyak pesantren sudah memiliki praktik pemberdayaan ekonomi yang konkret,” katanya.

Direktur Pemberdayaan Pesantren, Yusi Damayanti, menambahkan, Mandaya Awards 2026 menyediakan kategori khusus pesantren dengan dua subkategori. Yakni Lembaga Sosial Ekonomi Mandiri dan Lembaga Sosial Ekonomi Rintisan. Keduanya dirancang untuk mengakomodasi pesantren yang telah memiliki unit usaha yang berjalan maupun pesantren yang sedang merintis model usaha pemberdayaan ekonomi.

“Pesantren yang sudah memiliki usaha dan telah memberikan dampak ekonomi dapat mengikuti subkategori Lembaga Sosial Ekonomi Mandiri. Sementara pesantren yang masih berada pada tahap rintisan juga memiliki ruang untuk berkompetisi melalui subkategori Lembaga Sosial Ekonomi Rintisan,” jelas Yusi.

Untuk kategori mandiri, penilaian mencakup dimensi hasil dan proses. Pada dimensi hasil, antara lain dilihat kinerja dan keberlanjutan usaha ekonomi, jangkauan pemberdayaan masyarakat, serta dampak ekonomi dan replikasi model. Sementara pada dimensi proses, aspek yang dinilai meliputi kelembagaan dan tata kelola, proses pemberdayaan masyarakat, kolaborasi dan ekosistem kemitraan, serta keberlanjutan dan replikasi model.

“Jadi, yang dinilai bukan hanya besar kecilnya usaha. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana usaha itu dikelola, siapa yang mendapatkan manfaat, bagaimana keterlibatan masyarakat, kemitraan yang dibangun, serta apakah model tersebut bisa berkelanjutan dan direplikasi oleh pesantren lain,” tutur Yusi.

Sementara untuk pesantren yang berada pada tahap rintisan, parameter yang digunakan meliputi validasi pasar awal, mobilisasi dukungan mitra awal, kejelasan masalah dan potensi lokal, inovasi model usaha, kelembagaan awal dan kolaborasi, serta potensi pasar, dampak, dan rencana replikasi. Bukti pendukung yang diminta antara lain proposal atau profil model usaha, bukti pre-order atau kontrak uji pasar, dokumentasi, serta surat komitmen atau MoU mitra awal. (red)

Cuaca Jakarta Cerah Hari Ini

Sekarang

Cuaca Jakarta Cerah Hari Ini

Sekarang