U

DPRD Kota Malang Gelar Reses 9-10 Februari, Jaring Aspirasi untuk Pokir

SekarangAja, MALANGDPRD Kota Malang menggelar masa reses awal tahun 2026. Agenda jaring aspirasi ini digelar dua hari, Senin (9/2/2026) sampai Selasa (10/2/2026). Selama dua hari itu, semua wakil rakyat Kota Pendidikan ini kembali ke derah pemilihan (dapil) untuk menjaring aspirasi.

Wakil Ketua I DPRD Kota Malang, H Abdurrohman SH  mengatakan selama masa reses semua anggota dewan kembali ke dapil masing-masing.  Yakni Dapil Klojen, Dapil Blimbing, Dapil Sukun, Dapil Lowokwaru dan Dapil Kedungkandang. Semua anggota dewan lalu menggelar dialog bersama warga.

‘’Dialog di dapil itu untuk menjaring aspirasi dari warga. Ini salah satu kesempatan baik bagi warga menyampaikan aspirasi dan mengusulkan program pembangunan. Salah satu jalur usulan pembangunan ada di reses ini. Usulan yang disampaikan sekarang akan diusulkan untuk program Pokir tahun anggaran 2027. Jalur usulan pembangunan lainnya yakni musrenbang dan program RT Berkelas,’’ jelas H Abdurrohman SH.

Menurut politisi PKB asal Dapil Blimbing ini, waktu dua hari masa reses terbilang cukup. Sebab selama dua hari semua wakil rakyat menggelar dialog serap aspirasi masing-masing dapil.

Sementara itu, anggota Komisi D DPRD Kota Malang  Putri Aidillah Kriswanto mengisi reses dengan kegiatan menarik. Selain menggelar dialog bersama warga di dapilnya Lowokwaru, Putri menghadirkan beragam produk makanan khas dan olahan kreatif warga. Kegiatan ini menjadi ruang promosi sekaligus penguatan jejaring usaha, khususnya bagi pelaku UMKM yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi keluarga.

“Reses bukan hanya soal mendengar, tetapi juga menghadirkan solusi dan keberpihakan nyata._ Reses juga harus memberi dampak langsung, tidak sekadar formalitas pertemuan. UMKM harus naik kelas, dan kita harus menciptakan ruang agar mereka tumbuh,” kata Putri Aidillah.

Tak hanya pameran kuliner. Kegiatan ini juga diisi dengan edukasi penguatan kesehatan lingkungan dan pencegahan penyakit, khususnya di kawasan padat hunian kos yang banyak terdapat di wilayah Lowokwaru.

Putri menegaskan bahwa politik harus menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat. ‘’Menggabungkan pemberdayaan ekonomi kerakyatan dengan edukasi kesehatan lingkungan menjadi wujud nyata politik kehadiran yang berpihak pada kebutuhan riil warga,” pungkasnya. (Inforial/red)

Sekarang

Dermaga Diresmikan, Akses Pulau Pari Makin Nyaman

Sekarang