Belajar Nyata ala Ma Chung, Praktisi Mengajar di Kelas Kepemimpinan

KOTA MALANGUniversitas Ma Chung mewajibkan semua mahasiswanya mengikuti perkuliahan kepemimpinan. Ini sudah berlangsung lama. Sejak awal berdiri pada tahun 2007. Selain itu kepemimpinan menjadi mata kuliah wajib yang harus diikuti semua mahasiswa Universitas Ma Chung.

Dengan mengikuti perkuliahan kepemimpinan harapannya mahasiswa Ma Chung tahu dan mengenal berbagai teori mengenai kepemimpinan. Pengetahuan ini diharapkan menjadi  bekal  mahasiswa agar sukses dalam berorganisasi di universitas. Dan jika sudah lulus kuliah, mahasiswa siap untuk menjadi pemimpin di tempat kerja masing-masing.

Kali ini ada yang berbeda dengan kelas mata kuliah kepemimpinan, Jumat (5/7/2024). Jika biasanya yang mengajar Felik Sad Windu Wisnu Broto, SS,  M.Hum, kali ini yang mengajar adalah seorang praktisi yang sudah malang melintang di dunia perbankan.  Yakni Hanna Kristantin, SE MM.

Di kelas kepemimpinan kali ini, Hanna berbagi inspirasi mengenai perjalan karirnya saat menjadi kepala cabang pembantu di sebuah bank BCA. Menurut Felik, kehadiran seorang praktisi sangat penting dalam perkuliahan sebagai pelengkap dari proses pembelajaran yang sudah dilakukan.

“Kami berusaha agar saat mengajar di kelas, kami kolaborasi dengan para praktisi yang sudah memiliki pengalaman langsung di bidangnya. Misalnya di mata kuliah kepemimpinan ini. Saya sebagai dosen pengampu mata kuliah kepemimpinan selalu berupaya berkolaborasi dengan teman-teman praktisi yang sudah memiliki jam terbang tinggi di bidang kepemimpinan,” kata Felik. “Mereka seperti para manajer, kepala cabang atau pimpinan organisasi kami ajak berkolaborasi untuk mengisi kelas kepemimpinan. Harapannya bisa melengkapi teori-teori yang selama ini sudah saya ajarkan,” sambung Felik.

Sebagai pemateri, Hanna Kristantin membagi pengalamannya saat menjabat sebagai kepala cabang pembantu di BCA. Prinsipnya menjadi pimpinan itu harus siap dan berani kerja keras. Semua hal yang ada di kantor adalah pertama-tama tanggungjawab pimpinan. Pimpinan harus tahu semua hal yang ada di bawah koordinasinya, di bawah tanggungjawabnya. Pimpinan adalah orang yang paling bertanggungjawab jika ada yang salah atau kurang dari pelayanan di kantornya.

“Sekecil apapun itu menjadi tanggungjawab pimpinan, bukan yang lain! Misal dulu saat saya masih menjadi kepala cabang, saya selalu memastikan semua hal yang berhubungan dengan layanan harus siap. Setelah koordinasi pagi, saya akan cek satu per satu untuk memastikan semua siap melayani customer, apapun bagiannya, apapun divisinya. Maka jika ada kesalahan di mereka, yang bertanggungjawab adalah kita pimpinan. Bagaimana dengan tugas kita saat memastikan semuanya baik, kok sampai ada yang terlewat?” papar Hanna.

Wachidatus Solikhah, salah seorang mahasiswa bertanya kepada Hanna mengenai pengaruh keaktifan mahasiswa dengan dunia kerja. “Apakah keaktifan mahasiswa dalam organisasi dalam kegiatan kampus sangat membantu nanti pada saat bekerja?” tanyanya. 

Hanna menjawab bahwa mahasiswa harus aktif dalam organisasi. Mahasiswa harus sibuk dengan kegiatan kemahasiswaan. Karena menurut Hanna pada saat mahasiswa aktif dalam organisasi, aktif dalam kegiatan kemahasiswaan, softskill mahasiswa akan terasah. Dan hal itu sangat penting dalam dunia kerja.

“Saya punya anak perempuan dua. Anak pertama kuliah S2 di Bologna Italia beasiswa dari pemerintah Italia. Anak kedua bekerja di perusahaan Jepang UniqloCo., Ltd. Saya sangat mendorong anak-anak saya untuk aktif dalam kegiatan kampus. Bukan hanya aktif di studinya, di belajarnya. Tetapi juga aktif di organisasi dan di kegiatan-kegiatan kemahasiswaan. Saya izinkan mereka aktif berkegiatan sampai malam,” terangnya.

“Dan jujur, sebagai seorang ibu saya pasti punya kecemasan dengan anak perempuan saya. Maka tak jarang kadang saya harus menjemput mereka malam-malam untuk memastikan mereka baik-baik saja. Dan saya bersyukur anak saya berhasil kuliah dan bekerja di luar negeri karena prestasi-prestasinya saat studi maupun saat aktif di kegiatan kemahasiswaan. Menurut saya aktif di organisasi maupun kegiatan kemahasiswaan itu sangat penting,” lanjut  Hanna. (sadw)