U

Begini Perkembangan Rehabilitasi Terumbu Karang Perairan Pulau Tidung

SekarangAja, JAKARTA– Rehabilitasi terumbu karang kawasan perairan Pulau Tidung menunjukkan perkembangan positif. Itu

berdasarkan hasil pemantauan Unit Pelaksana Teknis Pusat Budidaya dan Konservasi Laut (UPT PBKL) Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta.

Kepala UPT PBKL Dinas KPKP DKI Jakarta, Andi Dala Jemma mengatakan, tingkat tutupan terumbu karang di kawasan Pulau Tidung Besar saat ini mencapai 59,70 persen. Itu berarti masuk kategori baik. Kemudian, di perairan Pulau Tidung Kecil tercatat 33,93 persen atau berada dalam kategori sedang.

“Pemantauan dilakukan secara berkala dan berkelanjutan untuk memastikan terumbu karang yang sudah direhabilitasi dapat tumbuh dan berkembang dengan baik,” jelasnya, Kamis (8/10/2026) hari ini melansir beritajakarta.id.

Menurut Andi Dala Jemma, monitoring juga diperlukan untuk mengevaluasi perkembangan rehabilitasi sekaligus mengetahui kemampuan karang dalam menghadapi berbagai perubahan kondisi lingkungan perairan.

“Konservasi tidak berhenti pada penanaman bibit. Pemantauan diperlukan untuk melihat ketahanan karang terhadap sedimentasi dan perubahan suhu air laut, sehingga pemulihan ekosistem dapat berlangsung optimal,” imbuhnya.

Andi menjelaskan, pemantauan dilakukan langsung di bawah permukaan laut dengan penyelaman menggunakan sejumlah peralatan pendukung.

“Pemeriksaan meliputi kondisi substrat, pertumbuhan dan tingkat tutupan karang, serta kondisi lingkungan di sekitar lokasi rehabilitasi,” terangnya.

Andi menambahkan, sebelumnya UPT PBKL Dinas KPKP DKI Jakarta sudah mendistribusikan sebanyak 10.684 bibit karang ke sejumlah Daerah Perlindungan Laut Berbasis Masyarakat (DPL-BM) yang berada di Pulau Tidung, Pulau Pari, Pulau Payung, dan Pulau Lancang.

Menurutnya, keberhasilan konservasi laut tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat pesisir. Kelompok binaan diharapkan konsisten menjaga kawasan perairan, termasuk mencegah aktivitas penangkapan ikan yang merusak atau destructive fishing.

“Kami ingin kelompok pengelola DPL-BM semakin berdaya. Karang yang sehat berdampak pada kelimpahan stok ikan sekaligus membuka peluang ekowisata bahari bagi warga,” ungkapnya.

Ketua DPL-BM Lestari Indah Pulau Tidung, Lah Mudin mengapresiasi pendampingan berkelanjutan yang dilakukan jajaran Dinas KPKP DKI Jakarta.

Dia mengatakan, pemantauan secara rutin membantu kelompok masyarakat mengetahui perkembangan kondisi terumbu karang sekaligus menentukan langkah perawatan yang diperlukan.

Ia berharap, dukungan pemerintah terhadap kebutuhan operasional perawatan dapat terus diberikan. Sebab, masa kritis pertumbuhan karang membutuhkan pemeliharaan secara intensif, setidaknya selama tiga tahun.

“Kami bersyukur ada perkembangan yang cukup baik. Substrat dan bibit yang diberikan terus dipantau dan dirawat bersama,” ucapnya.

Apresiasi serupa disampaikan Ketua DPL-BM Ekopuri Pulau Pari, Ibe. Ia menyampaikan, fragmen karang yang ditransplantasikan mulai melekat kuat pada media substrat dan mampu beradaptasi dengan baik terhadap arus perairan setempat.

“Bibit karang mulai tumbuh stabil. Kehadiran tim PBKL untuk memantau langsung memberi semangat bagi kami untuk terus konsisten merawat laut,” tandasnya. (red)

Cuaca Jakarta Diprakirakan Cerah Hari Ini

Sekarang

Cuaca Jakarta Diprakirakan Cerah Hari Ini

Sekarang