U

Batam Perkuat Pembangunan SDM dengan Validitas Data Kependudukan

SekarangAja, BATAMPembenahan data kependudukan terus diperkuat Pemkot  Batam. Pasalnya data kependudukan sebagai fondasi peningkatan kualitas pelayanan publik dan perencanaan pembangunan yang lebih terarah, khususnya di sektor sumber daya manusia (SDM).

Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra mengatakan validitas data menjadi kunci untuk memahami kebutuhan riil masyarakat, termasuk dalam memetakan kondisi tenaga kerja dan kebutuhan pendidikan.

Hal tersebut disampaikannya saat memimpin Rapat Koordinasi Lanjutan Sinkronisasi Data Kependudukan di Kantor BP Batam.  “Sinkronisasi data ini bukan sekadar administrasi, tetapi menjadi dasar dalam menentukan arah kebijakan pembangunan, termasuk melihat kondisi tenaga kerja dan kebutuhan pendidikan secara lebih akurat,” katanya melansir InfoPublik.id.

Ia menjelaskan, pemerintah telah melakukan pendataan awal berbasis RT dan RW di tingkat kecamatan sebagai pijakan peningkatan pelayanan publik. Namun, masih ditemukan ketidaksesuaian data, seperti penduduk yang pindah namun belum memperbarui identitas, data kematian yang belum dilaporkan, serta mobilitas antarwilayah yang belum tercatat optimal.

Berdasarkan data konsolidasi bersih semester II 2025 dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, jumlah penduduk Batam tercatat 1.394.459 jiwa. Meski demikian, angka tersebut dinilai masih perlu disempurnakan agar mencerminkan kondisi aktual.

Di sisi lain, komposisi tenaga kerja di Batam menunjukkan dinamika yang perlu dikelola secara cermat. Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, tenaga kerja ber-KTP luar Batam mencapai 199.473 jiwa, sedangkan tenaga kerja ber-KTP Batam sebanyak 177.830 jiwa.

“Dengan data yang valid, kita dapat merancang program peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal sekaligus menjaga keseimbangan kebutuhan industri,” jelasnya.

Menurut Li Claudia, penataan data juga berkaitan erat dengan perencanaan jangka Panjang. Mulai dari sektor pendidikan hingga kesiapan memasuki dunia kerja. Kebutuhan fasilitas pendidikan, seperti ruang kelas, harus disusun berdasarkan data kelahiran yang akurat agar selaras dengan proyeksi tenaga kerja di masa depan.

“Dengan data akurat, kita bisa menghitung kebutuhan dari hulu ke hilir, mulai dari sekolah hingga dunia kerja,” tambahnya. Ia mendorong kolaborasi seluruh perangkat daerah agar penataan data semakin optimal sehingga kebijakan dan anggaran dapat tepat sasaran.

Sebagai langkah lanjutan, pemerintah akan memperkuat pengendalian arus masuk penduduk secara terukur, termasuk melalui pemantauan di pintu masuk utama seperti Pelabuhan Batu Ampar dan Sekupang guna mendukung stabilitas ketenagakerjaan di Batam. (red)

BI Jatim Gelar Pameran Museum Bersama 2026

Sekarang

Seleksi Pemuda Pelopor Jakarta Utara 2026 Diikuti 69 Peserta

Sekarang

BI Jatim Gelar Pameran Museum Bersama 2026

Sekarang