U

Banyuwangi Ethno Carnival 2024: Festival Budaya yang Memukau dan Berpotensi Meningkatkan Ekonomi Lokal

BANYUWANGI-Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR) Basuki Hadimuljono memberikan apresiasi yang tinggi terhadap gelaran Banyuwangi Ethno Carnival 2024. Basuki menilai acara tersebut sebagai upaya yang tepat untuk menggali potensi daerah dan menarik wisatawan untuk berkunjung ke Banyuwangi.

“Saya menyampaikan rasa bangga dan apresiasi kepada Banyuwangi, acara seperti ini adalah salah satu upaya menggali potensi daerah. Nanti, kalau Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi) sudah tersambung, ditambah Jalur Lintas Selatan dari Banten sampai Banyuwangi tersambung, pasti Banyuwangi akan menjadi tujuan wisata sebelum ke Bali,” katanya saat menghadiri undangan dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) Abdullah Azwar Anas dan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas, mendatangi Banyuwangi Ethno Carnival 2024 di Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur (Jatim) pada Sabtu (13/7/2024).

Banyuwangi Ethno Carnival 2024 mengangkat tema “Ndaru Ndeso: Revival of Village” yang masuk dalam Kharisma Even Nusantara. Acara ini menampilkan 130 model yang memperagakan kostum bernuansa Potensi Desa di Banyuwangi.

Banyuwangi Ethno Carnival 2024 merupakan contoh nyata bagaimana sebuah festival budaya dapat menjadi sarana untuk mempromosikan potensi daerah dan meningkatkan ekonomi lokal. Dengan mengangkat tema budaya dan kearifan lokal, acara ini mampu menarik wisatawan dari berbagai penjuru dan memberikan dampak positif bagi masyarakat Banyuwangi.

Lebih lanjut, Basuki menyampaikan bahwa Kementerian PUPR juga tengah mengerjakan revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi dan pembangunan Asrama Inggrisan Banyuwangi. Diharapkan, proyek-proyek ini dapat bermanfaat bagi masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi dan pembangunan Asrama Inggrisan Banyuwangi menelan biaya total Rp190 miliar. Pasar Induk Banyuwangi akan ditingkatkan kualitasnya menjadi pasar modern yang berbasis Bangunan Gedung Hijau. Kapasitasnya pun akan ditingkatkan dengan daya tampung 777 unit, terdiri dari 194 kios dan 583 Los.

Sementara itu, Asrama Inggrisan Banyuwangi akan dibangun di atas lahan seluas 8.960 m2 dengan luas bangunan 3.578 m2. Bangunan ini akan tetap mempertahankan fasad bangunan aslinya karena merupakan cagar budaya daerah.

Dikutip dari infopublik.id, selain Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, acara ini juga dihadiri oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, Direktur Jenderal (Dirjen) Perumahan Iwan Suprijanto, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas Hendra Ahyadi, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali Rakhman Taufik, dan Kepala BPPW Jatim M. Reva Sastrodiningrat.(ei)

Ini Cuaca Jakarta Hari Ini

Sekarang

Ini Cuaca Jakarta Hari Ini

Sekarang