Banggar DPRD Kota Malang Usul Kelola MCC Pakai CSR
KOTA MALANG– DPRD Kota Malang kembali memberi perhatian terhadap nasib Malang Creative Center (MCC). Pasalnya ada kekhawatiran pengelolaan MCC tidak bisa maksimal karena belum berhasil mendatangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari area komersialnya. Terbaru muncul gagasan Corporate Soscial Responsibility (CSR).
Skema ini disampaikan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Malang sebagai salah satu bentuk rekomendasi Pertanggungjawaban APBD Kota Malang Tahun 2023. Ini ditegaskan Juru Bicara (Jubir) Banggar DPRD Kota Malang Ahmad Fuad Rahman.
“Itu menjadi salah satu skema yang kami sampaikan. Karena jujur kami dewan belum yakin jika pengelolaan MCC dipegang hanya oleh perangkat daerah. Dan sampai sekarang kami tidak pernah tau rencana bisnis (renbis) MCC seperti apa jelasnya,” jelas Fuad, Senin (24/6/2024).
Renbis ini dianggap penting karena seperti rencana awal, MCC dikonsep untuk bisa komersial sebesar 40 persen. Meski begitu hingga saat ini dewan tidak pernah mendapat penjelasan soal renbis hingga siapa yang nanti akan mengelola MCC ketika nanti 100 persen ruangnya sudah dioperasikan (baik non komersial maupun komersial).
Dikatakannya lagi, jika sisi komersialnya sudah diaktifkan, maka perangkat daerah dalam hal ini Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) tidak bisa mengelola MCC sendiri. Paling tidak, kata Politisi PKS ini, harus ada pihak swasta atau badan usaha yang turut mengelola.
“Ya paling tidak Perumda kita, Perumda Tunas (Tugu Aneka Usaha) bisa masuk. Atau pihak swasta yang mau kerjasama. Pemkot kan punya forum CSR, itu mungkin bisa dimanfaatkan. Dibahas kerjasama seperti apa yang bisa dilakukan, diatur dan didetailkan,” tegas anggota Banggar DPRD Kota Malang itu.
DPRD Kota Malang juga mendesak Pemkot Malang segera membuat studi kelayakan bisnis pada MCC. Agar detail seperti target pemasukan tahunan bisa diketahui. Namun tidak mengesampingkan fungsi social MCC untuk pengembangan iklim ekonomi kreatif.
Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengakui proses komersialisasi MCC sedang berproses. Bukan berarti tidak dilakukan oleh Pemkot Malang.
“Semua masih dibahas dan proses. Targetnya 2025 ini bisa,” tegas Wahyu saat dikonfirmasi mengenai pengelolaan MCC yang terus dipertanyakan DPRD Kota Malang.
Ia menegaskan saat ini MCC berjalan sebagai mananya kondisi saat ini. Hal ini masih dianggap tetap menguntungkan karena masyarakat Kota Malang khususnya pelaku ekonomi kreatif bisa memanfaatkan fasilitas yang ada secara gratis. (inforial/ran)















