U

Alumni PMKRI Kolaborasi Cegah TPPO Demi Pekerja Migran Bermartabat

SekarangAja, JAKARTAAncaman krisis kemanusiaan akibat Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) disikapi alumni Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) bersama DPC PMKRI Jakarta Barat. Itu terungkap dalam Sharing Session (III) Alumni PMKRI.  

Kegiatan dengan mengusung  tema “Mencegah TPPO, Wujudkan Pekerja Migran Indonesia yang Aman dan Bermartabat” ini  berlangsung di House of D’Light & Seven Grain, Tomang, Jakarta Barat,  Sabtu (23/5/2026) hari ini.

Tenaga Ahli Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) RI Bidang Human Trafficking sekaligus Alumni PMKRI Cabang Jakarta Gabriel G. Sola yang juga Alumni PMKRI Cabang Jakarta ini hadir sebagai narasumber. Ia menyatakan Indonesia saat ini berada dalam situasi darurat human trafficking.

Gabriel memaparkan faktor pemicu TPPO. Yakni  kemiskinan, jeratan utang, dan rendahnya literasi digital. Sindikat internasional memanfaatkan hal ini melalui modus lowongan kerja palsu secara daring.

Ia menegaskan solusi harus dilakukan melalui kolaborasi hexahelix. Langkah konkret yang dibutuhkan di antaranya penguatan perlindungan hukum terpadu dan pemberdayaan ekonomi bagi penyintas agar tidak kembali menjadi korban eksploitasi.

Mewakili Alumni PMKRI, Christopher Nugroho menyampaikan keprihatinan atas meningkatnya kasus yang menimpa Pekerja Migran Indonesia (PMI). “Status darurat TPPO ini tidak boleh dipandang sebelah mata. Dibutuhkan komitmen kuat dan keterlibatan aktif dari semua stakeholders: pemerintah, penegak hukum, akademisi, hingga lembaga swadaya masyarakat untuk memutus mata rantai kejahatan terorganisir ini secara tuntas,” kata Christopher dalam siaran pers yang diterima redaksi sekarangaja.com.

Sekretaris DPC PMKRI Jakarta Barat, Robertus Juan Pratama, menggarisbawahi peran strategis mahasiswa dalam pencegahan. Mahasiswa  menurut dia,  memiliki tanggung jawab moral sebagai agen pengontrol sosial.

‘’PMKRI berkomitmen menjadi garda terdepan menyuarakan edukasi dan literasi bahaya TPPO langsung ke masyarakat, agar tidak mudah tergiur bekerja di luar negeri secara ilegal,” kata Juan.

Melalui forum ini, Alumni dan DPC PMKRI Jakarta Barat menargetkan lahirnya rekomendasi kebijakan konkret. Rekomendasi tersebut untuk mewujudkan sistem perlindungan PMI yang aman, legal, berkeadilan, dan menjunjung tinggi harkat kemanusiaan. (red)

Sekarang

Surabaya Sediakan 42 Ribu Kuota Kursi Siswa Baru

Besok