Ada Belatung dalam Menu MBG, Ini Sikap Keras Komisi A DPRD Kota Malang
SekarangAja, MALANG– Viral ada belatung di menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Malang. Komisi A DPRD Kota Malang pun langsung bereaksi. Desak Pemkot Malang bertindak tegas terhadap program kebanggaan Presiden Prabowo Subianto itu.
Sebelumnya heboh ditemukan belatung di puding stroberi dalam paket MBG di salah satu SD negeri di wilayah Kelurahan Tulusrejo Kecamatan Lowokwaru Kota Malang, Selasa (3/3/2026). Kabar ini pun viral dan meresahkan peserta didik, guru dan wali murid. Bahkan para orang tua murid protes keras.
Sekretaris Komisi A DPRD Kota Malang Harvad Kurniawan SH langsung bersikap. Politisi PDI Perjuangan ini mendesak Pemkot Malang harus bertindak tegas. Pemkot Malang juga diminta mengkritisi kebijakan ini jika terjadi pelanggaran. Bahkan meningkatkan pengawasan.
“Kalau yang baik kami support. Tapi yang merugikan rakyat pasti kami kritisi. Kasus di Tulusrejo terkait puding yang ada belatungnya itu harus jadi catatan serius,’’ sesal Harvad.
Politisi PDI Perjuangan ini menegaskan, Pemkot Malang tidak bisa hanya beralasan bahwa MBG adalah program pusat.
Ia meminta Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menginisiasi forum yang mempertemukan para pemilik dapur (SPPG) untuk dilakukan pembinaan, pengarahan, serta membangun komitmen bersama demi menjaga kualitas makanan bagi siswa.
“MBG ini anggarannya dari rakyat dan untuk rakyat. Jangan sampai tidak maksimal hanya karena ada dapur yang tidak profesional,” tegasnya.
Harvard juga menilai Pemkot Malang memiliki ruang untuk ikut mengontrol pelaksanaan program tersebut di daerah. Meski kewenangan pemberian sanksi berada di pemerintah pusat, pemerintah daerah dinilai tetap bisa memberikan tindakan tegas jika ditemukan pelanggaran.
“Kenapa tidak Pemerintah Kota Malang menyurati pemerintah pusat dan memberikan rekomendasi ketika ada dapur yang menyalahgunakan atau tidak kompeten? Kalau perlu, rekomendasikan pencabutan kemitraan dapur tersebut,” kata Harvad.
Anggota Komisi A DPRD Kota Malang, H Rokhmad juga mengkritik keras kejadian ini.
“Selaku wakil rakyat, saya sangat menyayangkan kenapa terjadi kelalaian dalam pelayanan MBG dari SPPG di Tulusrejo Kecamatan Lowokwaru kota Malang?,” katanya.
Dia mengingatkan bahwa MBG seharusnya libur saat bulan Ramadan, namun tetap masuk dan menggoda puasa bagi anak-anak.
“Sekarang ada kelalaian, sungguh sangat disayangkan. Ada sekolah yang komplain terhadap makanan yang ada belatung di puding stroberi, harusnya tidak boleh terjadi. Untungnya belum dimakan, terus bila dimakan kemudian berakibat keracuan sungguh berbahaya,” tambah poltisi PKS ini.
Dia pun menyarankan agar jumlah porsi makanan di SPPG tidak terlalu banyak. Maksimal 1000 porsi per hari, agar pelayanan dan kesiapan lebih maksimal. (cia)















