Aktif Melayani di Gereja, Dua Warga NTT Diundang Menag Ikut Misa Agung Bersama Paus Fransiskus di GBK
JAKARTA-Dua warga asal NTT ini berbahagia. Adalah Rikardus Rawasatu asal Kabupaten Kupang dan Stefanus Kambaru Windi dari Sumba Timur. Menteri Agama (Menag) RI Yaqut Cholil Qoumas mengundang dua warga NTT ini mengikuti Misa Agung bersama Paus Fransiskus di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Kamis (15/9/2024) sore ini.
Gus Men, sapaan akrab Menteri Agama (Menag) RI Yaqut Cholil Qoumas bahkan menyambut ketibaan Rikardus Rawasatu dan Stefanus Kambaru Windi di Jakarta. Mereka diundang Gus Men karena pengabdian kepada gereja setempat.
“Di GBK itu kapasitasnya 87 ribu. Umat Katolik di Indonesia itu ada 8 juta. Jadi yang bisa ikut Misa langsung hanya 87 ribu orang. Dan di antara itu ada Bapak berdua. Ini kesempatan yang luar biasa,” ujar Menag saat menerima Rikardus Rawasatu dan Stefanus Kambaru Windi di Jakarta.
“Kami itu sebenarnya ingin mengundang banyak. Tapi karena ada panitianya sendiri, sehingga Tuhan yang memilih Bapak berdua untuk bisa ikut Misa bersama Bapak Paus. Karena enggak semua orang Katolik berkesempatan,” sambung Gus Men.
Gus Men yakin ke depan akan ada kejutan yang lebih baik lagi dari Tuhan. “Selama Bapak-Bapak ini memberikan pelayanan kepada gereja dengan tulus,” pesan Menag.
Rikardus Rasawatu, seorang petani dari Desa Manusak, Kupang Timur, mengaku senang bisa diundang oleh Menag untuk mengikuti Misa bersama Paus Fransiskus.
Sebelumnya, ia mengaku harus berjalan kaki sejauh 40 km untuk berkonsultasi dengan Pastor Paroki Santo Yosep Naikoten demi pelayanan sakramen bagi umat di wilayah tempat tinggalnya di Desa Manusak.
“Saya merasa senang sekali. Saya terima kasih banyak kepada Bapak Menteri Agama karena saya diundang secara khusus untuk mengikuti perayaan Ekaristi Kudus yang dipersembahkan oleh Bapak Paus sendiri,” ungkap pria berusia 55 tahun tersebut.
‘Itu merupakan suatu kehormatan bagi kami umat Katolik, karena ini adalah pemimpin tertinggi Katolik di dunia dan saya tidak menyangka tanggal 5 ini saya bisa bersama dengan Bapak Paus,” lanjutnya.
“Saya juga terharu karena saya tidak menyangka bahwa saya bisa bertemu dengan Pak Menteri. Walaupun saya dari keluarga yang kecil, keluarga yang sederhana, dari keluarga yang berkekurangan, tapi saya dianggap layak untuk menghadiri perayaan ini, diundang langsung oleh Menteri,” ujarnya.
Senyum merona juga tampak dari wajah Stefanus Kambaru Windi, seorang petani yang aktif membina umat Katolik di Kabupaten Sumba Timur. Ia merasa terharu karena melalui undangan Menag, Tuhan memberi kesempatan kepadanya untuk bisa mengikuti Misa bersama Paus di Jakarta.
“Saya tidak pernah membayangkan bahwa saya bisa ke Jakarta dan bisa bertemu dengan Bapak Menteri dan juga bisa mengikuti Misa bersama Bapak Paus. Tuhan bisa memilih saya yang melalui Bapak Menteri. Tuhan memilih saya untuk ikut ke Jakarta untuk ikut Misa,” terang Stefanus.
Turut hadir dalam perjumpaan tersebut, Dirjen Bimas Katolik Suparman, Romo Vinsensius Tamelab dari Keuskupan Agung Kupang, dan Romo Petrus Mali dari Keuskupan Weetebula. (red)















