Jaga Kedaulatan Digital, Bintara Mahasiswa Poltekad Belajar Cyber Security
MALANG– 23 bintara TNI AD mahasiswa Politeknik Angkatan Darat (Poltekad) mempelajari ilmu yang berkaitan dengan rekayasa keamanan digital di kantor Jagoan Hosting, Senin, 19 Februari 2024.
Network Engineer and Security Jagoan Hosting, Ardy Bagus memberikan pengetahuan dasar mengenai komunikasi jaringan itu berjalan. Sehingga, jika terjadi serangan, mereka bisa mengetahui apa jenisnya.
“Kemudian juga memberikan pemahaman terkait bagaimana cara menganalisa serangan yang telah masuk. Setelah diketahui, diharapkan para bintara mahasiswa mengetahui proses mitigasi dan preventifnya,” papar dia.
Menurut Ardy, dalam sistem keamanan data, juga harus fokus bagaimana infrastruktur tidak down. “Kalau bicara mengenai cyber security, tak hanya teknologi saja yang diamankan, tapi individunya juga,” papar dia.
Ardy menambahkan, saat ini, sudah masuk ke zaman Internet of Things (IoT). Sehingga, keamanan data menjadi makanan sehari-hari.
“Untuk menjaga data pribadi, cara yang paling simple adalah saat meninggalkan laptop, tidak boleh dalam keadaan terbuka dan harus terkunci. Serta, harus rutin mengganti password setiap tiga sampai enam bulan sekali. Jangan mudah berikan username dan password kepada orang lain,” tandas dia.
Untuk diketahui, bintara mahasiswa Poltekad mendatangi kantor Jagoan Hosting untuk mempelajari cara mengamankan informasi rahasia dengan tindakan preventif maupun mitigasi, melalui kegiatan bertajuk ‘Network Youth Defender (NYD)’.
Pada kesempatan tersebut, bintara mahasiswa juga mendapat kesempatan untuk praktik langsung pada miniatur data center, yaitu Dinoyo Research Center.
Selain melakukan praktik langsung, bintara mahasiswa juga akan mendapatkan sederet materi yang disampaikan saat pembelajaran tentang dasar keamanan siber dan kerangka kerjanya.
Serta pengelolaan keamanan data, yang terdiri dari penjelasan program dan pre-test, dasar jaringan komputer, pengantar cyber security, dasar penggunaan sistem operasi linux. Selain itu pengelolaan keamanan linux, dasar website, pengelolaan keamanan jaringan, dasar keamanan siber dan kerangka kerjanya, pengelolaan keamanan data. Serta, post test dan mentoring.
Program ini memberikan real experience yang diharapkan mampu menghasilkan prajurit yang unggul dan terampil guna memperkuat keamanan jaringan komputer di lingkungan TNI AD.
Ditambah lagi, peserta akan mendapatkan praktik dan mentoring yang relevan hingga dapat berkonsultasi langsung dengan praktisi.
Ketua Jurusan Telekomunikasi Poltekad, Letkol Arh Dessy Derius Minggu, ST, MT mengatakan, prodi yang berkaitan dengan rekayasa keamanan cyber masih berada di tahun kedua.
“Melalui program ini, bintara mahasiswa wajib untuk mengetahui berbagai bidang ilmu terkait rekayasa keamanan cyber. Ini kesempatan yang baik bagi mahasiswa. Tujuannya, agar para prajurit menjadi praktisi yang unggul dan terampil untuk memasuki dunia kerja sesuai dengan bidang keahliannya,” kata dia.
“Silakan dimanfaatkan waktu dan ilmunya dengan baik. Ini menjadi bekal bagi bintara mahasiswa dan akan digunakan sesuai dengan penempatan mereka nanti,” imbuh dia.
Sementara itu, Head of Corporate Communication Jagoan Hosting, Andina Paramitha mengungkapkan, seluruh bintara mahasiswa tersebut akan menimba ilmu yang berkaitan dengan keamanan siber selama sembilan hari.
“Setiap hari, materi yang disampaikan berbeda-beda. Bahkan, juga terdapat pre test, post test hingga praktik langsung yang diberikan,” kata dia.
Network Youth Defender (NYD) merupakan salah satu program Jagoan Hosting dengan tema Hero Digitalisasi Sekolah yang dimiliki oleh Jagoan Hosting.
Dalam kegiatan tersebut, Jagoan Hosting memberikan dukungan infrastruktur, mentoring hingga praktik yang berkaitan dengan teknologi.















